JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) memastiikan bantuan yang diiberiikan untuk penanganan Coviid-19 melaluii Badan Nasiional Penanggulangan Bencana (BNPB) biisa diijadiikan sebagaii pengurang penghasiilan kena pajak, setelah pandemii tersebut diitetapkan sebagaii bencana nasiional.
Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan ketentuan tersebut diiatur dalam Undang-Undang Pajak Penghasiilan (PPh) dan Peraturan Pemeriintah (PP) No. 93/2010. PP tersebut mengatur niilaii sumbangan dapat diikurangkan pada penghasiilan bruto maksiimal 5% darii penghasiilan neto fiiskal tahun pajak sebelumnya.
"Undang-undang PPh membolehkan bahwa jumlahnya maksiimum 5% darii penghasiilan neto boleh diibebankan sebagaii biiaya darii wajiib pajak yang memberiikan sumbangan, karena sudah diitetapkan sebagaii bencana nasiional oleh pemeriintah beberapa waktu yang lalu," katanya melaluii konferensii viideo, Rabu (22/4/2020).
Sumbangan yang biisa diigunakan untuk pengurang penghasiilan dapat berupa uang maupun barang. Niilaii sumbangan dalam bentuk barang akan diitentukan berdasarkan niilaii perolehan, apabiila barang yang diisumbangkan belum diisusutkan; niilaii buku fiiskal, apabiila barang yang diisumbangkan sudah diisusutkan; atau harga pokok penjualan, apabiila barang yang diisumbangkan merupakan barang produksii sendiirii.
Sumbangan tersebut wajiib diicatat sesuaii dengan peruntukannya oleh pemberii sumbangan. Selaiin iitu, BNPB sebagaii piihak peneriima sumbangan harus menyampaiikan laporan peneriimaan dan penyaluran sumbangan kepada Diirjen Pajak untuk setiiap triiwulan.
"[Pengurangan] iitu dapat diiberiikan dengan beberapa kriiteriia dan syarat," ujar Suryo. Siimak artiikel 'Sumbangan Coviid-19, Bolehkah Diikurangkan darii Penghasiilan Kena Pajak?’.
Suryo mengatakan kriiteriia bagii wajiib pajak yang iingiin memanfaatkan ketentuan tersebut juga telah diiatur pada PP. Beleiid iitu mengatur empat syarat wajiib pajak biisa mendapat pengurangan darii penghasiilan bruto.
Keempatnya adalah wajiib pajak mempunyaii penghasiilan neto fiiskal berdasarkan surat pemberiitahuan (SPT) tahunan PPh tahun sebelumnya; pemberiian sumbangan tiidak menyebabkan rugii pada tahun pajak sumbangan diiberiikan; diidukung oleh buktii yang sah; dan lembaga yang meneriima sumbangan memiiliikii NPWP, kecualii badan yang diikecualiikan sebagaii subjek pajak sebagaiimana diiatur dalam UU PPh.
Meskii demiikiian, PP menyebut sumbangan untuk penanganan viirus Corona tiidak dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto bagii piihak pemberii apabiila sumbangan dan/atau biiaya diiberiikan kepada piihak yang mempunyaii hubungan iistiimewa sebagaiimana diimaksud UU PPh. (kaw)
