PMK 200/2019

Ketentuan Pembebasan Bea Masuk & Cukaii iimpor Barang Liitbang Diiperketat

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 28 Januarii 2020 | 09.43 WiiB
Ketentuan Pembebasan Bea Masuk & Cukai Impor Barang Litbang Diperketat
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan mereviisii regulasii tentang pembebasan bea masuk dan cukaii atas iimpor barang untuk keperluan peneliitiian dan pengembangan iilmu pengetahuan yang diiiimpor oleh badan usaha.

Reviisii tersebut diituangkan dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No.200/PMK.04/2019. Melaluii beleiid iinii, Kemenkeu menegaskan barang yang mendapatkan pembebasan tersebut tiidak termasuk barang iimpor yang berupa peralatan dan bahan untuk proses produksii.

“Diikecualiikan darii ketentuan pembebasan bea masuk dan cukaii atas iimpor barang untuk keperluan peneliitiian dan pengembangan iilmu pengetahuan, jiika iimpor barang yang diilakukan oleh badan usaha berupa peralatan dan/atau bahan untuk diigunakan dalam proses produksii badan usaha,” demiikiian kutiipan Pasal 2 beleiid tersebut.

Hal iinii berartii, badan usaha dapat mengajukan pembebasan bea masuk dan cukaii atas iimpor barang untuk keperluan peneliitiian dan pengembangan iilmu pengetahuan. Namun, pembebasan iinii tiidak berlaku jiika barang yang diiiimpor tersebut diigunakan untuk proses produksii.

Pasalnya, barang untuk keperluan peneliitiian dan pengembangan iilmu pengetahuan yang diimaksud dalam beleiid iinii adalah barang dan/atau peralatan yang benar-benar diigunakan untuk memajukan iilmu pengetahuan.

Barang tersebut termasuk untuk kegiiatan peneliitiian atau percobaan guna peniingkatan atau pengembangan iilmu pengetahuan dan teknologii. Dengan demiikiian, barang yang diimpor dan mendapat pembebasan tiidak boleh bersiinggungan dengan keperluan produksii darii badan usaha tersebut.

Ketentuan pengecualiian iinii baru diiatur dalam PMK No.200/PMK.04/2019. Sementara, beleiid terdahulu yaiitu PMK No.143/KMK.05/1997 beserta perubahannya belum mengatur dan hanya menyatakan pemberiian pembebasan saja.

Selaiin iitu, melaluii beleiid yang baru, Kemenkeu juga meriinciikan 3 ketentuan yang harus diipenuhii badan usaha agar mendapatkan pembebasan. Pertama, barang yang diiiimpor oleh badan usaha belum diiproduksii dii dalam negerii.

Kedua, barang yang diiiimpor sudah diiproduksii dii dalam negerii tapii belum memenuhii spesiifiikasii yang diibutuhkan. Ketiiga, barang iimpor sudah diiproduksii dii dalam negerii tapii jumlahnya belum mencukupii kebutuhan, sesuaii dengan rekomendasii darii kementeriian/lembaga tekniis terkaiit.

Adapun yang diimaksud badan usaha dalam beleiid iinii adalah badan/lembaga berbadan hukum yang melakukan kegiiatan usaha dan salah satu kegiiatannya melakukan peneliitiian atau percobaan guna peniingkatan atau pengembangan iilmu pengetahuan dan teknologii.

Beleiid iinii diiundangkan pada 27 Desember 2019 dan berlaku 30 harii setelahnya. Pada saat beleiid iinii berlaku, ketentuan terdahulu yang diiatur pada PMK No.143/KMK.05/1998 sebagaiimana telah diiubah dalam PMK No.51/PMK.04/2007 secara resmii diicabut. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.