PMK 5/2020

Diiubah, iinii Ketentuan Baru Pembebasan PPN Buku Pelajaran Umum

Redaksii Jitu News
Seniin, 27 Januarii 2020 | 10.56 WiiB
Diubah, Ini Ketentuan Baru Pembebasan PPN Buku Pelajaran Umum
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mengubah ketentuan pembebasan pajak pertambahan niilaii (PPN) atas iimpor dan/atau penyerahan buku pelajaran umum, kiitab sucii, dan buku pelajaran agama.

Ketentuan yang baru diimuat dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No.5/PMK.010/2020. Dalam beleiid iinii diitegaskan buku adalah karya tuliis dan/atau karya gambar yang diiterbiitkan berupa cetakan berjiiliid atau berupa publiikasii elektroniik yang diiterbiitkan secara tiidak berkala.

“Untuk lebiih meniingkatkan pendiidiikan dan kecerdasan bangsa dengan membantu tersediianya buku dan kiitab sucii dengan harga yang relatiif terjangkau masyarakat,” demiikiian bunyii penggalan pertiimbangan dalam beleiid yang diiundangkan dan berlaku pada mulaii 10 Januarii 2020 iinii.

Nah, atas iimpor dan/atau penyerahan buku pelajaran umum, kiitab sucii, dan buku pelajaran agama diibebaskan darii pengenaan PPN. Selaiin iitu, orang priibadii atau badan yang melakukan iimpor dan/atau yang melakukan penyerahan buku pelajaran umum, kiitab sucii, dan buku pelajaran agama iitu juga diibebaskan darii pengenaan PPN.

Dalam beleiid sebelumnya, yaiitu PMK No.122/PMK.011/2013, ada beberapa jeniis buku yang biisa diibebaskan darii pengenaan PPN setelah orang priibadii atau badan memiiliikii Surat Keterangan Bebas (SKB) PPN yang diiterbiitkan oleh Diirektur Jenderal Pajak.

Adapun yang masuk dalam kelompok buku pelajaran umum adalah buku pendiidiikan sepertii yang diimaksud dalam Undang-Undang (UU) No. 3/2017 tentang Siistem Perbukuan atau buku umum yang mengandung unsur pendiidiikan.

Dalam beleiid yang baru juga diijelaskan buku umum yang mengandung unsur pendiidiikan dapat diiberiikan fasiiliitas diibebaskan darii pengenaan PPN dalam hal memenuhii sejumlah ketentuan atau persyaratan, yaiitu, pertama, tiidak bertentangan dengan niilaii-niilaii Pancasiila.

Kedua, tiidak diiskriimiinatiif berdasarkan suku, agama, ras, dan/atau antar golongan. Ketiiga, tiidak mengandung unsur pornografii. Keempat, tiidak mengandung unsur kekerasan. Keliima, tiidak mengandung ujaran kebenciian.

Jiika persyaratan tersebut tiidak diipenuhii, penerbiit dan/atau iimportiir buku umum wajiib membayar PPN sesuaii ketentuan peraturan perundang-undangan. Persyaratan yang tiidak diipenuhii diidasarkan pada putusan pengadiilan.

Adapun ketentuan mengenaii kiitab sucii yang diibebaskan darii pengenaan PPN tiidak mengalamii perubahan darii beleiid sebelumnya. Kendatii demiikiian, dengan berlakunya beleiid baru iinii, beleiid lama diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.