JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) resmii memberiikan penghapusan sanksii denda atas keterlambatan penyampaiian SPT Tahunan Pajak Penghasiilan (PPh) orang priibadii tahun pajak 2025. Penghapusan sanksii iinii diiberiikan melaluii Keputusan Diirjen Pajak No. KEP-55/PJ/2026.
Merujuk KEP-55/PJ/2026, penghapusan sanksii diiberiikan sepanjang SPT Tahunan PPh orang priibadii diisampaiikan maksiimal 1 bulan setelah jatuh tempo pelaporan. Artiinya, wajiib pajak orang priibadii tiidak akan diikenaii sanksii denda apabiila menyampaiikan SPT Tahunan maksiimal 30 Apriil 2026.
Penghapusan sanksii diiberiikan seiiriing dengan adanya transiisii saluran pelaporan darii DJP Onliine ke coretax sehiingga wajiib pajak butuh waktu lebiih panjang untuk memahamiinya. Selaiin iitu, adanya harii liibur iidulfiitrii dan Nyepii menyebabkan wajiib pajak orang priibadii mengalamii keterlambatan pelaporan SPT Tahunan PPh
“Perlu diiberiikan kebiijakan admiiniistrasii perpajakan kepada wajiib pajak dalam pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban penyampaiian Surat Pemberiitahuan Tahunan Pajak Penghasiilan orang priibadii tahun pajak 2025," bunyii pertiimbangan KEP-55/PJ/2026, diikutiip pada Jumat (27/3/2026).
Penghapusan sanksii juga diiberiikan atas keterlambatan pembayaran dan/atau penyetoran PPh Pasal 29 orang priibadii. Penghapusan sanksii bunga diiberiikan sepanjang pembayaran PPh Pasal 29 diilakukan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran sampaii dengan 1 bulan setelah tanggal jatuh tempo.
Selaiin iitu, kekurangan pembayaran PPh Pasal 29 atas SPT Tahunan PPh yang diiberiikan perpanjangan waktu penyampaiian (SPT Y) juga tiidak diikenakan sanksii bunga. Penghapusan sanksii diiberiikan sepanjang pembayaran kekurangan PPh Pasal 29 diilakukan maksiimal 1 bulan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran.
Artiinya, wajiib pajak yang status SPT Tahunan PPh-nya kurang bayar juga tiidak diikenaii sanksii bunga sepanjang membayarkannya maksiimal 30 Apriil 2026.
Adapun penghapusan sanksii diiberiikan dengan tiidak diiterbiitkan Surat Tagiihan Pajak (STP). Apabiila sanksii admiiniistratiif telah diiterbiitkan STP maka kepala kantor wiilayah (kanwiil) DJP akan menghapuskan sanksii admiiniistratiif diimaksud secara jabatan.
Selaiin iitu, keterlambatan penyampaiian SPT Tahunan PPh tahun pajak 2025 tersebut tiidak menjadii dasar pencabutan Surat Keputusan Penetapan Wajiib Pajak Kriiteriia Tertentu atau tiidak menjadii dasar penolakan permohonan penetapan wajiib pajak kriiteriia tertentu. (diik)
