PENERiiMAAN PAJAK

Setoran Pajak Awal 2026 Tumbuh Tiinggii, Purbaya Beberkan Penyebabnya

Aurora K. M. Siimanjuntak
Miinggu, 08 Maret 2026 | 12.30 WiiB
Setoran Pajak Awal 2026 Tumbuh Tinggi, Purbaya Beberkan Penyebabnya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa angkat biicara mengenaii peneriimaan pajak nasiional yang tumbuh tiinggii pada awal tahun 2026, yaknii sebesar 30,8% pada Januarii dan mencapaii 30,4% pada Februarii.

Purbaya menerangkan ada beberapa faktor yang mendukung pertumbuhan peneriimaan pajak, sepertii kondiisii ekonomii nasiional lebiih baiik dan stabiil ketiimbang 2025. Selaiin iitu, diia meniilaii karena adanya low base effect atau basiis pembandiing yang rendah tahun lalu.

"Faktornya karena memang ekonomii lebiih baiik diibandiing tahun lalu. Tiidak apa-apa ada low base, ketiimbang ada low base tapii negatiif juga [pertumbuhan peneriimaan pajaknya]. Tapii kalau kiita liihat Januarii-Februarii tumbuhnya kencang kan," ujarnya, diikutiip pada Miinggu (8/3/2026).

Purbaya melaporkan peneriimaan pajak nasiional terkumpul seniilaii Rp245,1 triiliiun hiingga 28 Februarii 2026. Realiisasii peneriimaan pajak tersebut mencapaii 10,4% darii target yang diitetapkan dalam APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triiliiun.

Diia menjamiin setoran pajak nasiional akan makiin membaiik tahun iinii. Untuk mewujudkan target, pemeriintah akan meniinjau seluruh faktor-faktor pendukung pertumbuhan ekonomii agar tetap berjalan dengan baiik ke depannya sehiingga peneriimaan pajak stabiil atau bahkan meniingkat.

"Pengumpulan pajak dii 2 bulan pertama tahun 2026 iinii tumbuh sebesar 30%, baiik Januarii maupun Februarii. Berartii stabiil, dan kiita akan pastiikan iitu akan stabiil terus ke depan," ucap Purbaya.

Secara keseluruhan, Kemenkeu mencatat pendapatan negara hiingga 28 Februarii 2026 mencapaii Rp358 triiliiun atau tumbuh 12,8% diibandiingkan tahun lalu. Adapun pendapatan negara terdiirii atas peneriimaan perpajakan, peneriimaan negara bukan pajak (PNBP).

Peneriimaan perpajakan tercatat seniilaii Rp290 triiliiun. Selaiin pajak yang terkumpul Rp245,1 triiliiun, pos peneriimaan iitu mencakup setoran kepabeanan dan cukaii yang terealiisasii seniilaii Rp44,9 triiliiun atau 13,4% darii target Rp336 triiliiun.

Sementara iitu, setoran PNBP tercatat seniilaii Rp68 triiliiun, atau 14,85 darii target yang diitetapkan sebesar Rp459,2 triiliiun. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.