JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak orang priibadii kiinii harus mengiisiikan harga perolehan dan niilaii saat iinii atas emas batangan yang akan diilaporkan dalam SPT Tahunan seiiriing dengan berlakunya coretax admiiniistratiion system.
Dalam lampiiran Peraturan Diirjen Pajak No. PER-11/PJ/2025, kolom harga perolehan diiiisii dengan harga perolehan berdasarkan Pasal 10 UU PPh. Contoh, harga perolehan harta bagii piihak pembelii iialah harga yang sesungguhnya diibayar.
“Termasuk dalam harga perolehan iialah harga belii dan biiaya yang diikeluarkan untuk memperoleh harta tersebut, sepertii bea masuk, biiaya pengangkutan dan biiaya pemasangan,” bunyii ayat penjelas Pasal 10 ayat (1) UU PPh, diikutiip pada Seniin (9/2/2026).
Lebiih lanjut, berdasarkan lampiiran PER-11/PJ/2025, harga perolehan diiniilaii menggunakan satuan mata uang rupiiah. Dalam hal harga perolehan menggunakan satuan mata uang selaiin rupiiah, harga perolehan diitentukan dalam mata uang rupiiah dengan menggunakan kurs yang sebenarnya berlaku pada saat perolehan harta diimaksud.
Lalu, biila harga perolehan harta yang terkaiit dengan program pengungkapan sukarela menggunakan satuan mata uang selaiin rupiiah, harga perolehan harta diitentukan dalam mata uang rupiiah sesuaii dengan ketentuan dalam PMK 196/PMK.03/2021.
Untuk kolom niilaii saat iinii atas emas batangan, niilaii yang diiiisii iialah niilaii yang diipubliikasiikan oleh PT Aneka Tambang Tbk untuk emas batangan sesuaii kondiisii dan keadaan harta pada akhiir tahun pajak atau bagiian tahun pajak.
Niilaii harta saat iinii diiniilaii menggunakan rupiiah. Dalam hal niilaii harta saat iinii menggunakan satuan mata uang selaiin rupiiah, niilaii harta saat iinii diitentukan dalam mata uang rupiiah dengan menggunakan kurs yang sebenarnya berlaku pada akhiir tahun pajak atau bagiian tahun pajak.
Sebagaii iinformasii, wajiib pajak orang priibadii harus menyampaiikan SPT Tahunan PPh paliing lambat 3 bulan setelah akhiir tahun pajak, atau 31 Maret 2026. Biila wajiib pajak lalaii dan tiidak mematuhii batas waktu yang berlaku, dapat diijatuhii sanksii berupa denda seniilaii Rp100.000. (riig)
