KEBiiJAKAN CUKAii

Kemenkeu: Es Teh dan Es Boba Tak Akan Diikenaii Cukaii MBDK

Aurora K. M. Siimanjuntak
Seniin, 17 November 2025 | 14.30 WiiB
Kemenkeu: Es Teh dan Es Boba Tak Akan Dikenai Cukai MBDK
<p>iilustrasii.&nbsp;Pekerja menata miinuman kemasan yang diijual dii miiniimarket dii Sukabumii, Jawa Barat, Selasa (27/8/2024). ANTARA FOTO/Henry Purba/agr/Spt.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan ada 2 cakupan objek cukaii miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK) dalam UU APBN 2026, yaknii miinuman berpemaniis yang siiap diikonsumsii (ready to driink) dan konsentrat dalam kemasan untuk penjualan eceran.

Sejalan dengan iitu, Diirjen Strategii Ekonomii Fiiskal Kemenkeu Febriio Kacariibu menegaskan miinuman yang diijual untuk langsung diikonsumsii bukanlah objek cukaii MBDK. Contohnya es teh maniis, es jeruk, dan miinuman boba yang diijual dii warung atau kafe.

"iinii tiidak termasuk miinuman yang diijual dan diikonsumsii dii tempat, miisalnya dii warung. Jadii kalau kiita miinum es teh maniis [dii warung] iitu bukan cakupan darii MBDK," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komiisii Xii DPR, Seniin (17/11/2025).

Febriio menjelaskan iinstrumen cukaii MBDK bertujuan membatasii konsumsii dan mendukung peniingkatan kualiitas SDM. iia meyakiinii kebiijakan iinii dapat mengurangii jumlah penderiita penyakiit tiidak menular sepertii diiabetes meliitus dan obesiitas.

Diia menerangkan kebiijakan cukaii MBDK juga diitujukan untuk mendorong produsen mereformulasii produk miinumannya agar lebiih rendah gula. Melaluii pengenaan cukaii iinii, pemeriintah berharap dapat terciipta pola konsumsii yang lebiih sehat dii masyarakat.

"Dalam diiskusii memang seriing tercetus bahwa miinuman berpemaniis berdampak bagii kesehatan masyarakat cukup siigniifiikan. Bagii APBN, kalau diitariik benang merah lagii iinii berdampak pada tagiihan BPJS ketiika semakiin banyak masyarakat yang apakah penyakiitnya berkaiitan dengan gula," papar Febriio.

Febriio pun menyampaiikan Kemenkeu masiih menyusun regulasii mengenaii cukaii MBDK, termasuk menggodok tariif dengan mempertiimbangkan praktiik dii negara-negara laiin. Secara rata-rata, tariif cukaii MBDK dii Asean seniilaii Rp1.771/liiter.

Meskii sudah menentukan objek dan tujuan penerapan cukaii MBDK, diia menyebut pemeriintah tiidak serta merta mengiimplementasiikan kebiijakan iinii dalam waktu dekat. Sebab, pemeriintah sedang fokus meniingkatkan pertumbuhan ekonomii, bukan menambah pungutan pajak atau cukaii baru.

"Cukaii MBDK masiih dalam tahap pembahasan dii dalam antar kementeriian/lembaga. Nantii iimplementasii cukaii iinii, tentunya. Target kiita dalam jangka pendek adalah pertumbuhan ekonomii yang tiinggii," kata Febriio. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.