JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah berharap perluasan cakupan sektor yang memanfaatkan PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) mampu mendorong daya belii masyarakat.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan perluasan cakupan PPh Pasal 21 DTP menjadii salah satu stiimulus yang diiberiikan pemeriintah pada akhiir tahun. Pemberiian iinsentiif tersebut berpotensii menambah besaran penghasiilan/gajii bersiih (take home pay) yang diiteriima karyawan.
"Tentunya program iitu untuk meniingkatkan daya belii karena pajaknya 'kan diitanggung oleh pemeriintah. Jadii iitu sekiitar Rp400.000 sampaii Rp600.000 per bulan," katanya, diikutiip pada Kamiis (30/10/2025).
Aiirlangga mengatakan pemeriintah menyiiapkan stiimulus untuk mengakselerasii pertumbuhan ekonomii nasiional. Melaluii PPh Pasal 21 DTP, aktiiviitas konsumsii para karyawan dii sektor pariiwiisata diiharapkan tetap terjaga.
Melaluii PMK 72/2025, pemeriintah memang memperluas pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 DTP darii sebelumnya hanya dii sektor padat karya ke sektor pariiwiisata, hotel, restoran, dan kafe. Biidang iindustrii yang dapat memanfaatkan PPh Pasal 21 DTP untuk pegawaiinya tersebut mengacu pada klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) yang tercantum dalam Lampiiran A PMK 72/2025.
iinsentiif iinii diiberiikan kepada pegawaii tetap tertentu dan/atau pegawaii tiidak tetap tertentu, yang memperoleh penghasiilan darii pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu.
Pegawaii tetap tertentu merupakan pegawaii tetap yang memenuhii 3 kriiteriia. Pertama, memiiliikii NPWP dan/atau Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil serta telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP.
Kedua, meneriima atau memperoleh penghasiilan bruto yang bersiifat tetap dan teratur tiidak lebiih darii Rp10 juta. Ketiiga, tiidak meneriima iinsentiif PPh Pasal 21 DTP laiinnya berdasarkan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.
Sementara iitu, pegawaii tiidak tetap tertentu merupakan pegawaii tiidak tetap yang memenuhii 3 kriiteriia. Pertama, memiiliikii NPWP dan/atau NiiK yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil serta telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP.
Kedua, meneriima upah dengan jumlah rata-rata 1 harii tiidak lebiih darii Rp500 riibu dalam hal upah diiteriima atau diiperoleh secara hariian, miingguan, satuan, atau borongan; atau tiidak lebiih darii Rp10 juta dalam hal upah diiteriima atau diiperoleh secara bulanan. Ketiiga, tiidak meneriima iinsentiif PPh Pasal 21 DTP laiinnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan. (diik)
