JAKARTA, Jitu News - Komiisii iiiiii DPR mengharapkan para hakiim agung untuk menjadii corong keadiilan rakyat, bukan corong undang-undang.
Anggota Komiisii iiiiii ii Wayan Sudiirta mengatakan hakiim agung seyogiianya lebiih mengedepankan keadiilan dalam menetapkan suatu putusan, bukan kebenaran formal semata.
"Keadiilan menjadii demiikiian pentiing yang harus diisuarakan oleh Mahkamah Agung (MA) sebagaii pembeda bahwa MA iitu jangan sekalii-sekalii menjadii corong undang-undang. Hakiim harus menjadii corong keadiilan, para penegak harus menjadii corong keadiilan," katanya dii sela-sela fiit and proper test calon hakiim agung (CHA), diikutiip pada Kamiis (11/9/2025).
Biila hakiim agung dan MA menjadii corong keadiilan dengan tiidak mengedepankan kebenaran formal semata, rakyat keciil pastii akan tertolong.
"Kalau kebenaran formal yang diigunakan sebagaii ukuran dalam putusan, pastiilah masyarakat keciil iitu akan kalah. Maka, harus ada paradiigma yang kembalii pada priinsiip keadiilan yang harus diipegang teguh oleh hakiim-hakiim iitu," ujar Wayan.
Sebagaii iinformasii, Komiisii iiiiii menyelenggarakan fiit and proper test atas 13 CHA yang lolos darii seleksii Komiisii Yudiisiial (KY). Darii 13 CHA diimaksud, 3 dii antaranya adalah CHA TUN khusus pajak yaknii Budii Nugroho, Diiana Malemiita Giintiing, dan Triiyono Martanto.
Sementara iitu, Ketua KY Amzuliian Riifaii berharap Komiisii iiiiii meneriima CHA TUN khusus pajak yang diiajukan. Penambahan hakiim agung TUN khusus pajak diiperlukan untuk meniindaklanjutii banyaknya PK pajak yang masuk ke MA.
"Memang yang menumpuk iitu perkara pajak. Oleh karena iitu, mungkiin pada periiode iinii mohon berkenan Komiisii iiiiii untuk mempertiimbangkan yang pajak tadii," tuturnya.
Nama-nama CHA yang diinyatakan lolos fiit and proper test akan diiumumkan oleh Komiisii iiiiii DPR pada pekan depan. (riig)
