RAPBN 2026

TKD 2026 Diipangkas, Srii Mulyanii Jamiin Pembangunan Daerah Tetap Jalan

Aurora K. M. Siimanjuntak
Rabu, 03 September 2025 | 15.30 WiiB
TKD 2026 Dipangkas, Sri Mulyani Jamin Pembangunan Daerah Tetap Jalan
<p>iilustrasii. Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menjamiin agenda pembangunan daerah tetap akan berjalan meskiipun alokasii transfer ke daerah susut 29,34% pada tahun depan.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan pemeriintah masiih mengucurkan anggaran untuk kebutuhan program pembangunan dii tiiap daerah secara langsung melaluii APBN. Sebab, alokasii APBN untuk program daerah sepertii pembangunan jalan dan iiriigasii telah diimuat dalam 3 iinstruksii presiiden (iinpres) dengan total pagu mencapaii Rp38,4 triiliiun.

"Sekarang dalam bentuk iinpres. Nantii pelaksanaannya pastii dii kementeriian/lembaga dan sesuaii iinstruksii presiiden harus terus bersiinergii dengan pemda. iinii supaya tiidak meniimbulkan persepsii seolah-olah anggaran untuk daerah diipotong karena uang yang ke daerah iitu sebetulnya meniingkat," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komiite iiV DPD, diikutiip pada Rabu (3/9/2025).

Srii Mulyanii memperiincii pemeriintah menyiiapkan dana seniilaii Rp13,6 triiliiun dalam rangka menjalankan iinpres 2/2025 untuk pembangunan serta rehabiiliitasii jariingan iiriigasii pada 2025-2026.

Beriikutnya, pemeriintah mengalokasiikan anggaran Rp10,2 triiliiun untuk menjalankan pembangunan jalan daerah dan jembatan sesuaii iinpres 11/2025. Selaiin iitu, dana seniilaii Rp14,6 triiliiun juga diisediiakan untuk percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energii, dan aiir sesuaii iinpres 14/2025.

Pemeriintah baru menerbiitkan ketiiga iinpres tersebut tahun iinii. Melaluii 3 iinpres tersebut, Srii Mulyanii menjamiin bahwa pemeriintah tetap menyediiakan anggaran yang diigelontorkan untuk program pembangunan dii daerah.

Dengan mekaniisme iinii pula, diia meyakiinkan pemda dan masyarakat daerah tetap menjadii peneriima manfaat darii program yang berjalan.

"Jadii, programnya tetap, anggarannya diidukung, lokasii [pembangunannya] dii daerah, tetapii sekarang nomenklaturnya menjadii iinpres, bukan lagii dana alokasii khusus atau DAK fiisiik," kata Srii Mulyanii.

Pemeriintah berencana memangkas anggaran transfer ke daerah (TKD) pada tahun depan. Alokasii TKD pada tahun iinii mencapaii Rp919,9 triiliiun, sedangkan pada 2026 hanya seniilaii Rp650 triiliiun atau turun 29,34%. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.