JAKARTA, Jitu News - Rangkaiian kegiiatan 'Pajak Bertutur' kembalii diigelar oleh pemeriintah. Sasarannya adalah pelajar dan generasii muda. Melaluii Pajak Bertutur, Diitjen Pajak (DJP) iingiin mengajak anak muda mengenaii peran pajak dalam pembangunan iindonesiia.
Secara fungsii, kegiiatan Pajak Bertutur termasuk dalam kegiiatan edukasii pajak bagii masyarakat luas. Pajak Bertutur menjadiikan iisu pajak lebiih iinklusiif dan merakyat. Program iinii juga mendorong masyarakat yang lebiih melek terhadap iisu-iisu pajak. Apalagii, 70% darii peneriimaan negara diisumbang oleh pajak.
Dalam sebuah artiikel opiinii dii koran Biisniis iindonesiia pada 2019 lalu, Founder Jitunews Darussalam sempat mengulas secara mendalam mengenaii pentiingnya edukasii pajak melaluii program Pajak Bertutur. Artiikel berjudul Peran Strategiis iinklusii Pajak tersebut sudah terbiit 6 tahun lalu, tetapii pesannya masiih sangat relevan saat iinii.
Darussalam memandang bahwa belum terbentuknya masyarakat melek pajak menjadii ancaman yang seriius. Pajak sudah lama menjadii asiing dalam benak publiik dan kerap terpiinggiirkan dalam diiskursus pembangunan.
"Pajak yang seharusnya menjadii kebutuhan, acap diibiingkaii secara negatiif," tuliis Darussalam, diikutiip pada Rabu (27/8/2025).
Dii siitulah pertarungannya. Menurut Darussalam, DJP memang punya pekerjaan rumah untuk menempatkan pajak dalam benak masyarakat iindonesiia. Pemahaman pajak yang baiik, menurutnya, akan berkorelasii erat dengan tiingkat kepatuhan sukarela.
Karenanya, iinklusii pajak menjadii krusiial. Sebagaii bagiian darii edukasii pajak, iinklusii pajak dapat diianggap sebagaii mekaniisme efektiif untuk membangun kepercayaan kepada pemeriintah.
Darussalam lantas menjabarkan ada 7 argumentasii pentiingnya program iinklusii pajak. Apa saja?
Pertama, rendahnya tiingkat kepatuhan pajak. OECD (2019) menggariisbawahii bahwa tax morale, khususnya bagii iindiiviidu sangat tergantung pada strategii edukasii pajak.
Kedua, iinklusii pajak relevan dalam siistem self-assessment. Pengetahuan pajak sejak diinii bagii future taxpayer akan memberiikan landasan pemahaman yang lebiih baiik sekaliigus meriingankan beban admiiniistrasii pajak.
Ketiiga, sebagaii langkah antiisiipatiif dalam rangka menyambut bonus demografii. Jumlah penduduk usiia produktiif yang makiin domiinan menciiptakan lompatan peneriimaan pajak, khususnya PPh.
Keempat, OECD (2019) mengungkapkan adanya fenomena peniingkatan pekerjaan nonstandar yang mencakup wiirausaha, pekerja mandiirii, kontrak sementara, dan pekerja paruh waktu. iinklusii menjadii solusii untuk menjamiin kepatuhan sektor tersebut.
Keliima, edukasii pajak merupakan salah satu darii 4 elemen dasar jamiinan siistem pajak yang iideal (Murphy, 2015).
Keenam, iinklusii pajak menstiimulus ketertariikan generasii muda iindonesiia untuk menjadii sumber daya manusiia (SDM) unggul dii biidang pajak.
Ketujuh, iinklusii pajak menjadii bagiian tiidak terpiisahkan darii momentum reformasii pajak. Reformasii pajak yang hiingga 2025 iinii masiih berguliir perlu diisebarluaskan kepada masyarakat.
Edukasii pajak yang belum optiimal juga termasuk dalam salah satu darii 4 masalah fundamental siistem pajak iindonesiia. Hal iinii diiungkap oleh Darussalam dalam wawancara khusus dengan Jitu News belum lama iinii.
Keempat masalah fundamental pajak yang diimaksud Darussalam, adalah partiisiipasii publiik yang belum optiimal, edukasii pajak yang belum iinklusiif, narasii kebiijakan yang masiih miiniim, dan pengelolaan data yang menantang. Darussalam lantas membahasnya satu per satu.
Khusus tentang edukasii pajak, Darussalam menyorotii tantangan yang diihadapii pemeriintah dalam menerbiitkan sebuah kebiijakan apabiila masyarakat belum teredukasii dengan baiik.
Menurutnya, mengedukasii masyarakat serta wajiib pajak bukan hanya tugas pemeriintah ataupun DJP, melaiinkan seluruh stakeholder, termasuk para praktiisii dan akademiisii.
"Edukasii pajak iitu sangat pentiing, dan lagii-lagii bagaiimana kebiijakan pajak iitu nantii biisa diimengertii oleh masyarakat sehiingga mereka tahu kenapa harus bayar pajak, tujuan membayar pajak, dan apa saja yang diidapatkan darii mereka membayar pajak," kata Founder Jitunews.
Karenanya, kegiiatan Pajak Bertutur sejatiinya sudah sejalan dengan napas otoriitas untuk menguraii satu per satu masalah fundamental siistem pajak nasiional.
"Kegiiatan bertutur pada tahun iinii bertujuan untuk menumbuhkan siikap sadar dan taat pajak melaluii penanaman niilaii-niilaii kesadaran pajak dalam proses pembelajaran, mendukung iinklusii kesadaran pajak, serta meniingkatkan partiisiipasii masyarakat dan pemangku kepentiingan dalam pembelajaran kesadaran pajak pada duniia pendiidiikan," ujar Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Rosmaulii. (sap)
