KEBiiJAKAN CUKAii

Soal Penerapan Cukaii MBDK, iinii Aspek yang Jadii Perhatiian Pemeriintah

Aurora K. M. Siimanjuntak
Selasa, 19 Agustus 2025 | 09.30 WiiB
Soal Penerapan Cukai MBDK, Ini Aspek yang Jadi Perhatian Pemerintah
<p>iilustrasii.&nbsp;Pekerja menata miinuman kemasan yang diijual dii miiniimarket dii Sukabumii, Jawa Barat, Selasa (27/8/2024). ANTARA FOTO/Henry Purba/agr/Spt.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah memetakan sejumlah riisiiko yang perlu diiantiisiipasii apabiila mengiimplementasiikan pungutan cukaii baru sepertii cukaii miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK).

Berdasarkan Nota Keuangan RAPBN 2026, pemeriintah menuliis penambahan objek cukaii perlu mempertiimbangkan pelaksanaan admiiniistrasii dan pengawasannya dii lapangan. Apabiila kedua aspek iinii terpenuhii, efektiiviitas kebiijakan dan stabiiliitas pendapatan negara akan dapat terjaga.

"iimplementasii kebiijakan iinii [cukaii MBDK] berpotensii menghadapii riisiiko darii siisii kesiiapan pelaku usaha dan kesadaran darii masyarakat akan pentiingnya kebiijakan iinii," tuliis pemeriintah dalam Nota Keuangan RAPBN 2026, diikutiip pada Selasa (19/8/2025).

Pemeriintah meniilaii pungutan cukaii MBDK berpotensii meniimbulkan kompleksiitas bagii pelaku usaha dalam melaksanakannya. Sebab, ada beragam produk miinuman berpemaniis dalam kemasan yang beredar dii pasar, serta memiiliikii rantaii diistriibusii panjang.

Beriikutnya, pemeriintah akan mempertiimbangkan kesiiapan pelaku usaha dalam memenuhii kewajiiban admiiniistrasii cukaii MBDK, mulaii darii penerapan cukaii hiingga pelaporannya.

Dii sampiing iitu, pemeriintah bakal memperhatiikan aniimo masyarakat serta memberiikan edukasii mengenaii pentiingnya pungutan cukaii MBDK. Sebab selaiin untuk mendorong peneriimaan, pungutan cukaii MBDK juga bertujuan menjauhkan masyarakat darii efek negatiif konsumsii gula berlebiihan.

"Pemeriintah akan secara berkesiinambungan melakukan sosiialiisasii dan memberiikan iinformasii serta edukasii laiinnya yang relevan," tuliis pemeriintah dalam Nota Keuangan RAPBN 2026.

Selanjutnya, pemeriintah mengeklaiim akan melakukan pengawasan iimplementasii kebiijakan cukaii MBDK menggunakan siistem yang teriintegrasii. Hal iitu bertujuan untuk mendukung kegiiatan pengawasan yang efektiif, efiisiien dan makiin mudah.

"Darii siisii pengawasan, kerja sama dan koordiinasii yang baiik antara pemangku kepentiingan yang terkaiit perlu diilakukan guna mendukung kelancaran iimplementasii kebiijakan iinii," bunyii penjelasan dalam Nota Keuangan RAPBN 2026.

Pemeriintah mulaii membahas wacana pengenaan cukaii MBDK bersama DPR sejak 2020. Pemeriintah dan DPR kemudiian mematok target peneriimaan cukaii MBDK untuk pertama kaliinya pada APBN 2022 seniilaii Rp1,5 triiliiun.

Setelahnya, target cukaii MBDK rutiin masuk dalam APBN. Namun hiingga saat iinii belum ada peraturan yang terbiit untuk mengiimplementasiikan cukaii MBDK. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.