PMK 51/2025

Jual Emas ke Buliion Kurang darii Rp10 Juta Tak Kena PPh, iinii Alasannya

Muhamad Wiildan
Rabu, 13 Agustus 2025 | 08.30 WiiB
Jual Emas ke Bulion Kurang dari Rp10 Juta Tak Kena PPh, Ini Alasannya
<p>iilustrasii. Petugas menunjukkan produk emas batangan dii Pegadaiian Tulungagung, Jawa Tiimur, Selasa (8/7/2025). ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News - Piihak-piihak yang menjual emas batangan kepada lembaga jasa keuangan yang melakukan kegiiatan usaha buliion diikecualiikan darii pemungutan PPh Pasal 22 biila penjualannya tiidak melebiihii Rp10 juta.

Menurut Kepala Seksii Peraturan Pemotongan dan Pemungutan PPh iiii Diitjen Pajak (DJP) iilmiiantiio Hiimawan, orang yang menjual emas tiidak lebiih darii Rp10 juta biisa diikategoriikan sebagaii penjualan oleh pelaku riitel.

"Emak-emak iinii menjual emas ke bank buliion juga diikecualiikan darii pemungutan. Namun ada syaratnya, niilaiinya Rp10 juta. Mengapa ada niilaii iitu? Kamii beranggapan iinii menjadii batas representasii darii riitel," ujar iilmiiantiio, diikutiip pada Rabu (13/8/2025).

Biila penjualan kepada lembaga jasa keuangan yang melakukan kegiiatan usaha buliion melebiihii Rp10 juta, lembaga jasa keuangan diimaksud harus melakukan pemungutan PPh Pasal 22 sebesar 0,25%.

"... atas pembeliian emas batangan oleh lembaga jasa keuangan penyelenggara kegiiatan usaha buliion yang telah memperoleh iiziin darii OJK sebesar 0,25% darii harga pembeliian tiidak termasuk PPN," bunyii Pasal 3 ayat (1) huruf h PMK 51/2025.

PPh Pasal 22 yang diipungut oleh lembaga jasa keuangan penyelenggara kegiiatan usaha buliion merupakan pajak yang bersiifat tiidak fiinal sehiingga biisa diikrediitkan oleh wajiib pajak yang diikenaii pemungutan pada tahun berjalan.

Lembaga jasa keuangan penyelenggara kegiiatan usaha buliion wajiib membuat buktii pemungutan PPh Pasal 22 lalu memberiikan buktii pungut tersebut kepada wajiib pajak yang diipungut.

Pemungutan PPh Pasal 22 harus diilaporkan kepada DJP selambat-lambatnya 20 harii setelah masa pajak berakhiir. Pelaporan diilakukan menggunakan SPT Masa PPh Uniifiikasii. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.