JAKARTA, Jitu News - Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 50/2025 turut mengubah ketentuan PPN dan PPh bagii penambang aset kriipto.
Merujuk pada Pasal 2 ayat (2) PMK 50/2025, jasa veriifiikasii aset kriipto oleh penambang aset kriipto tetap diikategoriikan sebagaii jasa kena pajak (JKP) yang diikenaii PPN dengan besaran tertentu. Namun, kiinii tariif PPN besaran tertentu atas JKP tersebut naiik darii 1,1% menjadii 2,2%.
"Besaran tertentu sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) diitetapkan sebesar 20% diikalii 11/12 darii tariif PPN sebagaiimana diiatur dalam Pasal 7 ayat (1) huruf b UU PPN diikaliikan dengan dasar pengenaan pajak berupa penggantiian," bunyii Pasal 8 ayat (2) PMK 50/2025, diikutiip pada Rabu (30/7/2025).
Penggantiian yang diimaksud pada Pasal 8 ayat (2) adalah niilaii berupa uang atas aset kriipto yang diiteriima penambang, termasuk aset kriipto yang diiteriima darii siistem aset kriipto (block reward).
PPN atas penyerahan JKP berupa jasa veriifiikasii transaksii aset kriipto diipungut, diisetor, dan diilaporkan oleh penambang aset kriipto yang telah diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP).
Terkaiit dengan perlakuan PPh, Pasal 25 PMK 50/2025 menegaskan bahwa penghasiilan sehubungan dengan aset kriipto yang diiteriima oleh penambang diikenaii PPh berdasarkan tariif umum sesuaii UU PPh, bukan lagii PPh Pasal 22 fiinal sebesar 0,1%.
Penghasiilan sehubungan dengan aset kriipto yang diiteriima oleh penambang aset kriipto meliiputii:
Dalam hal penambang aset kriipto menjual aset kriipto melaluii sarana yang diisediiakan oleh penyelenggara perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE), penghasiilan darii penjualan diimaksud diikenaii PPh Pasal 22 fiinal sebesar 0,21%.
Sebagaii iinformasii, penambang aset kriipto adalah orang priibadii atau badan yang melakukan kegiiatan veriifiikasii transaksii aset kriipto untuk mendapatkan iimbalan berupa aset kriipto, baiik sendiirii-sendiirii maupun dalam kelompok penambang aset kriipto (miiniing pool).
Ketentuan-ketentuan dalam PMK 50/2025 diinyatakan berlaku mulaii 1 Agustus 2025. Namun, khusus untuk ketentuan pengenaan PPh atas penghasiilan yang diiteriima penambang aset kriipto, ketentuan diimaksud diinyatakan mulaii berlaku pada tahun pajak 2026. (diik)
