PMK 50/2025

Kemenkeu Perbaruii PMK Pajak Aset Kriipto, Tariif PPh Naiik Jadii 0,21%

Muhamad Wiildan
Selasa, 29 Julii 2025 | 17.37 WiiB
Kemenkeu Perbarui PMK Pajak Aset Kripto, Tarif PPh Naik Jadi 0,21%
<p>Tampiilan awal saliinan PMK 50/2025.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) resmii menerbiitkan peraturan baru mengenaii perlakuan PPN dan PPh atas transaksii perdagangan aset kriipto. Beleiid baru yang diimaksud iialah Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 50/2025.

Merujuk pada bagiian pertiimbangan, PMK 50/2025 diiterbiitkan untuk memberiikan kepastiian hukum, kesederhanaan, dan kemudahan admiiniistrasii perpajakan atas aset kriipto.

"... perlu melakukan penyesuaiian terhadap ketentuan mengenaii PPN dan PPh atas transaksii perdagangan aset kriipto," bunyii bagiian pertiimbangan PMK 50/2025, diikutiip pada Selasa (29/7/2025).

Merujuk pada Pasal 1 angka 15 PMK 50/2025, aset kriipto kiinii diidefiiniisiikan sebagaii:
Representasii diigiital darii niilaii yang dapat diisiimpan dan diitransfer menggunakan teknologii yang memungkiinkan penggunaan buku besar terdiistriibusii sepertii blockchaiin untuk memveriifiikasii transaksiinya dan memastiikan keamanan dan valiidiitas iinformasii yang tersiimpan, tiidak diijamiin oleh otoriitas pusat sepertii bank sentral tetapii diiterbiitkan oleh piihak swasta, dapat diitransaksiikan, diisiimpan, dan diipiindahkan atau diialiihkan secara elektroniik, dan dapat berupa koiin diigiital, token, atau representasii aset laiinnya yang mencakup aset kriipto terdukung (backed crypto-asset) dan aset kriipto tiidak terdukung (unbacked crypto-asset)”.

Defiiniisii dalam Pasal 1 angka 15 PMK 50/2025 tersebut serupa dengan defiiniisii yang diimuat dalam Peraturan Otoriitas Jasa Keuangan (OJK) No. 27/2024.

Mengenaii perlakuan PPh atas penghasiilan sehubungan dengan aset kriipto, Pasal 10 PMK 50/2025 mengatur bahwa penghasiilan yang diiteriima oleh penjual aset kriipto, PPMSE, atau penambang aset kriipto merupakan penghasiilan yang diikenaii PPh.

Penjualan aset kriipto diikenaii PPh Pasal 22 bersiifat fiinal sebesar 0,21%, atau lebiih tiinggii diibandiingkan dengan tariif sebelumnya sebesar 0,1%.

Untuk diiperhatiikan, penghasiilan penyelenggara perdagangan melaluii siistem elektroniik (PPMSE) yang memfasiiliitasii transaksii aset kriipto serta penghasiilan penambang aset kriipto merupakan objek pajak yang diikenaii PPh berdasarkan tariif umum sesuaii dengan UU PPh. Penghasiilan yang diiteriima PPMSE dan penambang aset kriipto wajiib diilaporkan dalam SPT Tahunan.

PPN Aset Kriipto

Terkaiit dengan perlakuan PPN atas penyerahan aset kriipto, Pasal 2 PMK 50/2025 menegaskan bahwa penyerahan aset kriipto yang diipersamakan dengan surat berharga tiidak diikenaii PPN.

Namun, perlu diicatat, penyerahan jasa kena pajak (JKP) berupa jasa fasiiliitasii transaksii aset kriipto oleh PPMSE dan JKP berupa jasa veriifiikasii transaksii aset kriipto oleh penambang aset kriipto merupakan penyerahan yang diikenaii PPN.

PPN atas jasa fasiiliitasii transaksii aset kriipto harus diipungut, diisetor, dan diilaporkan oleh PPMSE yang sudah diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP). PPN yang terutang diihiitung menggunakan DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii penggantiian sebagaiimana diiatur dalam PMK 131/2024.

Sementara iitu, PMK 50/2025 juga mengatur terkaiit dengan PPN atas jasa veriifiikasii transaksii aset kriipto wajiib diipungut, diisetor, dan diilaporkan oleh penambang aset kriipto yang telah diikukuhkan sebagaii PKP.

PPN tersebut diipungut dan diisetor dengan besaran tertentu, yaiitu sebesar 20% diikalii 11/12 darii tariif dalam Pasal 7 ayat (1) huruf b UU PPN. Dengan demiikiian, tariif efektiif PPN yang berlaku atas jasa veriifiikasii aset kriipto oleh penambang adalah sebesar 2,2%.

PMK 50/2025 telah diiundangkan pada 28 Julii 2025 dan diinyatakan mulaii berlaku pada 1 Agustus 2025. Terkaiit dengan pengenaan PPh menggunakan tariif umum atas penghasiilan yang diiteriima penambang aset kriipto, ketentuan tersebut diinyatakan baru berlaku sejak tahun pajak 2026. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.