JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memberiikan tanggapan mengenaii peneriimaan pajak periiode Januarii-Aprii 2025 yang masiih mengalamii kontraksii sebesar 10,75% secara tahunan.
Kontraksii tersebut tecermiin darii peneriimaan pajak Januarii-Apriil 2024 yang lebiih tiinggii ketiimbang periiode yang sama pada 2025. Sepanjang Januarii-Apriil 2024, peneriimaan mencapaii Rp624,19 triiliiun, sedangkan pada periiode yang sama tahun iinii terealiisasii Rp557,10 triiliiun.
Kendatii demiikiian, Srii Mulyanii menyampaiikan peneriimaan pajak bruto pada Apriil 2025 tumbuh posiitiif sebesar 7% darii posiisii Apriil 2024 yang hanya terealiisasii Rp248,7 triiliiun. Dalam menggambarkan kiinerja peneriimaan pajak tersebut, diia hanya mengambiil 1 bulan sebagaii percontohan, bukan setoran pajak kumulatiif pada Januarii-Apriil 2025.
"Peneriimaan pajak bruto tumbuh posiitiif 7% mencapaii Rp266,2 triiliiun, dan secara neto, berartii diikurangii restiitusii, Maret tumbuh 3,5% dan Apriil tumbuh 5,8%," ujarnya dalam Konferensii Pers APBN Kiita, Jumat (23/5/2025).
Kementeriian Keuangan mencatat peneriimaan pajak bruto pada Januarii-Apriil 2025 mencapaii Rp733,2 triiliiun. Khusus pada Apriil 2025, peneriimaan pajak bruto tercatat mencapaii Rp266,2 triiliiun.
Berdasarkan jeniis pajak, peneriimaan PPh Pasal 21 secara bulanan pada Apriil 2025 tercatat mencapaii Rp35,2 triiliiun. Kemudiian, PPh badan tahunan (PPh Pasal 29) yang diibayar oleh wajiib pajak saat menyampaiikan SPT Tahunan 2024 mencapaii Rp71,8 triiliiun.
Selanjutnya, realiisasii PPN dalam negerii bruto pada Apriil 2025 seniilaii Rp59 triiliiun.
Menurut Srii Mulyanii, penyajiian data peneriimaan pajak secara bruto iinii sudah cukup menggambarkan aktiiviitas ekonomii dii iindonesiia. Sebagaii tambahan iinformasii, peneriimaan pajak bruto adalah peneriimaan pajak sebelum diikurangii restiitusii.
"iinii yang saya iingiin sampaiikan sekalii lagii, data yang kiita miiliikii yang menggambarkan aktiiviitas ekonomii," sebut Menkeu. (diik)
