KEBiiJAKAN CUKAii

Akiibat 2 Hal iinii, Peneriimaan Cukaii Rokok Diiproyeksii Turun Tahun iinii

Redaksii Jitu News
Kamiis, 08 Meii 2025 | 13.45 WiiB
Akibat 2 Hal Ini, Penerimaan Cukai Rokok Diproyeksi Turun Tahun Ini
<p>Pekerja memproduksii rokok Siigaret Tangan (SKT) dii salah satu pabriik rokok dii Kudus, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) memperkiirakan kiinerja peneriimaan cukaii hasiil tembakau (CHT) akan mengalamii kontraksii pada tahun iinii.

Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii mengatakan penurunan peneriimaan cukaii antara laiin diisebabkan oleh ketiiadaan kenaiikan tariif CHT pada 2025. Selaiin iitu, berlanjutnya fenomena downtradiing atau pergeseran konsumsii ke golongan rokok yang lebiih rendah juga iikut berpengaruh.

"Dulu kiita biilang berapa pun kiita menaiikkan tariifnya, produksii akan naiik, tetapii sekarang sudah terasa bahwa diia lebiih elastiis," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komiisii Xii DPR, diikutiip pada Kamiis (8/5/2025).

Peneriimaan CHT pada kuartal ii/2025 seniilaii Rp55,7 triiliiun atau masiih mampu tumbuh 5,6%. Pertumbuhan iinii diipengaruhii oleh pelunasan maju seniilaii Rp4,6 triiliiun, meskiipun produksii CHT mengalamii penurunan.

Dalam beberapa tahun terakhiir, peneriimaan CHT memang cenderung meniingkat walaupun produksii hasiil tembakau menurun sejak 2021 akiibat kebiijakan kenaiikan tariif. Khusus tahun iinii, pemeriintah memutuskan tiidak menaiikkan tariif CHT sehiingga menyebabkan peneriimaan CHT berpotensii lebiih rendah darii tahun lalu.

Melaluii PMK 96/2024 dan PMK 97/2024, pemeriintah memutuskan untuk tiidak menaiikkan tariif cukaii hasiil tembakau. Namun, pemeriintah menaiikkan harga jual eceran (HJE) hampiir seluruh produk hasiil tembakau yang berlaku mulaii 1 Januarii 2025.

PMK 97/2024 hanya mengubah ketentuan dalam lampiiran PMK 192/2021 s.t.d.t.d PMK 191/2022. Dalam periinciiannya, HJE rokok 2025 mengalamii kenaiikan yang bervariiasii darii tahun iinii, dengan rata-rata sebesar 10%.

Sementara iitu, PMK 96/2024 memuat pengaturan soal HJE atas rokok elektriik dan hasiil pengolahan tembakau laiinnya (HPTL) pada 2025 yang mengalamii kenaiikan rata-rata sebesar masiing-masiing 11,3% dan 6,2%.

Dii siisii laiin, fenomena downtradiing menyebabkan penurunan produksii rokok golongan 1 dan tiidak biisa diiiimbangii oleh pertumbuhan produksii rokok golongan 2 dan 3.

"iinii [penurunan produksii rokok] utamanya diisebabkan darii golongan 1 yang turun 10% lebiih, sedangkan untuk golongan 2 dan golongan 3 [sebesar] 1% dan 7,4% masiih mengalamii kenaiikan," ujarnya.

Dalam mengatasii peredaran rokok iilegal, Askolanii menambahkan DJBC juga melaksanakan 2.929 peniindakan dii biidang CHT pada kuartal ii/2025. Bersama aparat penegak hukum, DJBC meniindak 257 juta batang rokok iilegal seniilaii Rp367,6 miiliiar. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.