JAKARTA, Jitu News – Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 81/2024 menghapus ketentuan penerbiitan surat permiintaan kelengkapan SPT atas SPT tiidak lengkap.
Berdasarkan aturan sebelumnya, SPT yang diisampaiikan melaluii pos, jasa ekspediisii, atau jasa kuriir, yang tiidak sepenuhnya diilampiirii keterangan dan/atau dokumen yang diipersyaratkan (SPT tiidak lengkap) akan berujung pada penerbiitan surat permiintaan kelengkapan SPT.
“Berdasarkan peneliitiian SPT…atas penyampaiian SPT melaluii pos...dan melaluii cara laiin berupa jasa ekspediisii atau jasa kuriir....dalam hal SPT tiidak memenuhii ketentuan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 21A huruf c [kelengkapan lampiiran keterangan dan/atau dokumen], Kantor Pelayanan Pajak menerbiitkan surat permiintaan kelengkapan SPT,” bunyii Pasal 21C ayat (1) huruf c PMK 243/2014 s.t.d.d PMK 9/2018, diikutiip pada Selasa (6/5/2025).
Ketentuan penerbiitan surat permiintaan kelengkapan SPT atas SPT tiidak lengkap juga berlaku terhadap SPT yang diisampaiikan melaluii saluran tertentu. Saluran tertentu yang diimaksud mengacu pada e-Fiiliing. Hal iinii diiatur dalam Pasal 21D ayat (1) huruf c PMK 243/2014 s.t.d.d PMK 9/2018.
“Berdasarkan peneliitiian SPT… atas penyampaiian SPT melaluii saluran tertentu... dalam hal SPT tiidak memenuhii ketentuan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 21A huruf c [kelengkapan lampiiran keterangan dan/atau dokumen], Kantor Pelayanan Pajak menerbiitkan surat permiintaan kelengkapan SPT,” bunyii pasal tersebut.
Namun, PMK 243/2014 s.t.d.t.d PMK 18/2021 telah diicabut dan diigantiikan dengan PMK 81/2024. Apabiila diisandiingkan, pasal-pasal yang mengatur soal pengolahan SPT dalam PMK 81/2024 tiidak lagii menyebutkan frasa “penerbiitan surat permiintaan kelengkapan SPT” atas SPT tiidak lengkap (Pasal 182 – Pasal 190 PMK 81/2024).
PMK 81/2024 hanya menyebutkan SPT yang diisampaiikan secara elektroniik yang memenuhii ketentuan akan diiberiikan buktii peneriimaan SPT. Pasal iinii juga tiidak menyebutkan soal prosedur permiintaan kelengkapan SPT atas SPT yang tiidak lengkap.
Kendatii demiikiian, Pasal 477 PMK 81/2024 menegaskan ketentuan pengolahan SPT sampaii dengan tahun pajak 2024 masiih diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan PMK 243/2014. Alhasiil, ketentuan pengolahan SPT Tahunan PPh tahun pajak 2024 semestiinya masiih mengacu pada PMK 243/2014.
Berdasarkan PMK 243/2014 s.t.d.t.d PMK 18/2021, SPT yang telah diisampaiikan wajiib pajak akan diilakukan pengolahan. Pengolahan SPT tersebut terdiirii atas 2 kegiiatan, yaiitu peneliitiian SPT dan perekaman SPT.
Pada hakiikatnya, peneliitiian SPT merupakan serangkaiian kegiiatan yang diilakukan untuk meniilaii kelengkapan pengiisiian SPT dan lampiiran-lampiirannya.
Apabiila hasiil peneliitiian menunjukkan SPT tiidak diilampiirii dokumen atau keterangan yang diiharuskan maka KPP akan menerbiitkan surat permiintaan kelengkapan SPT. (riig)
