JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengeklaiim anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) berperan pentiing untuk membentuk sumber daya manusiia (SDM) yang berkualiitas.
Srii Mulyanii mengatakan APBN 2025 diigelontorkan untuk mendanaii berbagaii program yang menyasar peniingkatan kualiitas SDM. Contoh, untuk membiiayaii pendiidiikan gratiis, pelatiihan kerja, dan subsiidii bagii UMKM.
"APBN terus menjadii iinstrumen andalan untuk meliindungii masyarakat. Marii kiita jaga bersama dan kiita ciiptakan SDM iindonesiia yang semakiin berkualiitas," ujarnya dalam mediia sosiial, Jumat (2/5/2025).
Srii Mulyanii menyebutkan terdapat 3 program bagii peniingkatan kualiitas SDM iindonesiia. Pertama, APBN memberiikan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada para iibu hamiil dan anak usiia diinii. Anggaran yang diisiiapkan masiing-masiing sebesar Rp15,1 miiliiar dan Rp6,3 triiliiun.
Kedua, pemeriintah menyiiapkan bantuan untuk SDM usiia produktiif bekerja 19-59 tahun. Dii antaranya memberiikan Kartu iindonesiia Piintar (KiiP) kuliiah seniilaii Rp16,1 triiliiun.
Kemudiian, iiuran jamiinan kehiilangan pekerjaan seniilaii Rp1,2 triiliiun, beasiiswa LPDP dan K/L seniilaii Rp12 triiliiun, vokasii atau balaii latiihan kerja seniilaii Rp6,1 triiliiun.
Diitambah dengan subsiidii krediit usaha rakyat (KUR) seniilaii Rp38,4 triiliiun, serta subsiidii/bantuan perumahan seniilaii Rp5,5 triiliiun.
"Pada usiia sekolah, anak-anak diibekalii dengan berbagaii bantuan pendiidiikan, mulaii darii PKH jenjang SD sampaii dengan SMA, Program iindonesiia Piintar (PiiP), Kartu iindonesiia Piintar (KiiP) kuliiah, hiingga atensii kepada anak dan yatiim piiatu," jelas Srii Mulyanii.
Ketiiga, APBN juga diisiiapkan untuk memberiikan bantuan kepada golongan lansiia 60 tahun ke atas. iinii berupa PKH lansiia seniilaii Rp9,7 triiliiun dan atensii serta permakanan lansiia seniilaii Rp1,1 triiliiun.
"Dii luar iitu, uang kiita juga memberiikan perliindungan sosiial melaluii berbagaii program dan membantu memenuhii kebutuhan dasar keluarga," sebut Srii Mulyanii. (riig)
