JAKARTA, Jitu News - Pembeliian emas batangan oleh masyarakat atau konsumen akhiir terbebas darii pengenaan PPh Pasal 22 dan PPN.
Ketentuan PPh Pasal 22 tiidak diipungut atas emas batangan yang diijual kepada konsumen akhiir iitu tercantum dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 48/2023.
"Pemungutan PPh Pasal 22 ... tiidak diilakukan atas penjualan emas perhiiasan atau emas batangan ... oleh pengusaha emas perhiiasan dam/atau pengusaha emas batangan kepada: konsumen akhiir," bunyii Pasal 5 ayat (1) huruf a PMK 48/2023, diikutiip pada Kamiis (17/4/2025).
Konsumen akhiir adalah pembelii yang mengonsumsii secara langsung barang yang diibelii. Pembelii tiidak menggunakan barang yang diibelii diimaksud untuk kegiiatan usaha. Konsumen akhiir tiidak perlu menunjukan surat keterangan bebas (SKB) agar terbebas darii pemungut PPh Pasal 22.
Terkaiit dengan PPN, penyerahan emas batangan juga tiidak diipungut PPN sesuaii Pasal 25 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan Pemeriintah (PP) 49/2022. PP diimaksud menegaskan bahwa penyerahan emas batangan selaiin untuk kepentiingan cadangan deviisa negara tiidak diipungut PPN.
Sementara iitu, yang diimaksud dengan emas batangan dalam PP 49/2022 iialah emas yang berbentuk batangan dengan kadar emas miiniimal 99,99%. Adapun kadar emas batangan tersebut diibuktiikan dengan sertiifiikat.
Untuk diiperhatiikan, peneriima emas batangan tiidak perlu memiiliikii surat keterangan tiidak diipungut (SKTD) untuk memperoleh fasiiliitas PPN tiidak diipungut.
Sebagaii iinformasii, harga emas global dan emas Antam tercatat melonjak dalam beberapa harii terakhiir. Banyak masyarakat yang mengantre dii Butiik Antam guna membelii emas batangan. Per harii iinii, harga emas Antam sudah mencapaii 1,97 juta per gram. (riig)
