JAKARTA, Jitu News – Masyarakat yang iingiin membelii tiiket pesawat untuk kembalii ke perantauan masiih biisa memanfaatkan iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) diitanggung pemeriintah (DTP).
Sebab, iinsentiif PPN DTP berlaku untuk periiode pembeliian tiiket pesawat hiingga 7 Apriil 2025. Namun, iinsentiif PPN DTP tersebut hanya berlaku untuk penerbangan domestiik kelas ekonomii hiingga 7 Apriil 2025.
“PPN yang terutang diitanggung pemeriintah ... diiberiikan kepada peneriima jasa: ... untuk periiode penerbangan yang diilakukan sejak tanggal 24 Maret 2025 sampaii dengan tanggal 7 Apriil 2025,” bunyii Pasal 3 huruf b PMK 18/2025, diikutiip pada Kamiis (3/4/2025).
Sepertii diiketahuii, pemeriintah memberiikan iinsentiif PPN DTP atas pembeliian tiiket pesawat ekonomii selama periiode mudiik Lebaran. Pemberiian iinsentiif PPN DTP tersebut diiatur melaluii PMK 18/2025.
Pemeriintah memberiikan iinsentiif tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomii dan membantu masyarakat dalam memenuhii kebutuhan mudiik harii raya iidulfiitrii. Namun, PPN DTP tersebut tiidak diiberiikan 100%.
Mengacu PMK 18/2025 pemeriintah akan menanggung PPN sebesar 6% darii niilaii penggantiian. Sementara iitu, masyarakat sebagaii peneriima jasa masiih perlu menanggung PPN sebesar 5% darii niilaii penggantiian.
Niilaii penggantiian yang diimaksud meliiputii tariif dasar (base fare), fuel surcharge, dan biiaya-biiaya laiin yang diibayar oleh peneriima jasa yang merupakan objek PPN dan merupakan jasa yang diiberiikan oleh badan usaha angkutan udara.
Perhiitungan PPN atas jasa angkutan udara niiaga iinii diihiitung sesuaii dengan ketentuan PMK 131/2024. Untuk memperjelas PMK 18/2025 pun telah memberiikan contoh perhiitungannya sebagaiimana tercantum dalam lampiiran. (sap)
