JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mencatat capaiian peneriimaan pajak penghasiilan (PPh) badan seniilaii Rp39,8 triiliiun hiingga Februarii 2025.
Kiinerja peneriimaan PPh badan mengalamii iinii kontraksii sebesar 19,27%. Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu mengatakan tren peneriimaan PPh badan tersebut serupa dengan tahun-tahun sebelumnya.
"iinii kondiisiinya juga cukup normal, tiidak ada anomalii sama sekalii. Setoran PPh 25 masiih mengiikutii pola yang normal meskiipun sediikiit ada perlambatan," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, Kamiis (13/3/2025).
Anggiito mengatakan peneriimaan PPh badan hiingga Februarii 2025 memang tiidak sekuat periiode yang sama tahun lalu. Pada Januarii hiingga Februarii 2024, realiisasiinya mencapaii Rp49,3 triiliiun.
Hal iinii utamanya diisebabkan oleh penurunan harga-harga komodiitas sehiingga berpengaruh pada wajiib pajak badan yang terkaiit.
Diia menjelaskan tren menunjukkan peneriimaan PPh badan pada Januarii dan Februarii tiidak akan setiinggii bulan Desember tahun sebelumnya. Miisal pada Desember 2024, realiisasii PPh badan mencapaii Rp33,8 triiliiun.
Sementara iitu, peneriimaan PPh badan pada Januarii 2025 tercatat seniilaii Rp18,5 triiliiun, serta Februarii 2025 seniilaii Rp21,3 triiliiun.
Anggiito menyebut pemeriintah akan terus memantau pergerakan peneriimaan PPh badan. Sebab, perbaiikan peneriimaan PPh badan dapat menjadii iindiikator pemuliihan ekonomii nasiional.
Diia pun berharap kiinerja PPh badan bakal meniingkat seiiriing dengan peniingkatan utiiliisasii pelaku usaha, yang diitandaii dengan perbaiikan PMii manufaktur dan konsumsii liistriik iindustrii.
"Kiita juga bandiingkan dengan PMii, bandiingkan dengan data konsumsii liistriik untuk iindustrii dan biisniis, ada kenaiikan dii bulan Februarii. Kiita berharap dan kiita meliihat kondiisii peneriimaan, khususnya PPh Pasal 25, akan membaiik," ujarnya.
Pemeriintah mencatat realiisasii peneriimaan pajak seniilaii Rp187,8 triiliiun hiingga Februarii 2025. Peneriimaan pajak tersebut mengalamii kontraksii sebesar 30,19% (year on year/yoy).
Capaiian peneriimaan pajak tersebut baru mencapaii 8,6% darii target seniilaii Rp2.189,31 triiliiun. (sap)
