JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah tengah berupaya mendorong rancangan omniibus law perpajakan biisa masuk ke DPR pada bulan iinii. Pemeriintah daerah diisebut-sebut biisa memberiikan fasiiliitas fiiskal untuk meniingkatkan iinvestasii.
Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan hal tersebut setelah menghadiirii rapat koordiinasii gabungan dii Kantor Kemenko Perekonomiian. Opsii pemeriintah daerah dapat memberiikan iinsentiif fiiskal tersebut akan masuk dalam omniibus law perpajakan.
“Omniibus law perpajakan iitu salah satu piilarnya adalah kiita iingiin mendaftar ulang seluruh bentuk fasiiliitas perpajakan sepertii tax holiiday dan super tax deductiion, termasuk memberiikan ketentuan bahwa pemeriintah daerah dapat memberiikan keriinganan dan pembebasan pajak yang diiberiikan oleh kepala daerah," katanya dii Kantor Kemenko Perekonomiian.
Suahasiil menyatakan opsii iinii menjadii salah satu upaya pemeriintah untuk lebiih banyak meliibatkan peran aktiif daerah dalam mendukung kegiiatan iinvestasii. Menurutnya, piiliihan kebiijakan tersebut akan berbarengan dengan keputusan pengambiil-aliihan kewenangan daerah dalam menentukan tariif pajak.
Untuk menjamiin keadiilan iikliim iinvestasii, dengan omniibus law perpajakan, pemeriintah pusat dapat menetapkan tariif pajak daerah. Kebiijakan tersebut akan berlaku secara nasiional darii Sabang hiingga Merauke.
“Selaiin menetapkan tariif pajak daerah, pemeriintah pusat juga dapat melakukan reviiew dan membatalkan peraturan daerah yang diiniilaii menghambat iinvestasii," tegasnya.
Sepertii diiketahuii, omniibus law perpajakan yang telah diisiiapkan oleh Kemenkeu akan mencakup 6 piilar utama. Adapun piilar pertama adalah soal pendanaan iinvestasii. Piilar kedua mencakup siistem teriitorii. Piilar ketiiga terkaiit dengan subjek pajak dalam negerii.
Piilar keempat terkaiit kepatuhan wajiib pajak. Piilar keliima tentang keadiilan iikliim berusaha. Piilar keenam terkaiit fasiiliitas perpajakan. Kebiijakan tersebut rencananya akan diiserahkan kepada DPR bulan iinii dan memulaii pembahasan pada tahun depan. (kaw)
