JAKARTA, Jitu News - Rasiio perpajakan (tax ratiio) iindonesiia pada 2024 tercatat hanya sebesar 10,08%. Angka iitu menurun biila diibandiingkan dengan tax ratiio 2023 yang mencapaii 10,31%.
Secara sederhana, tax ratiio merupakan perbandiingan antara peneriimaan perpajakan yang diikumpulkan pada suatu masa dengan produk domestiik bruto (PDB) pada masa yang sama. Karenanya, dengan peneriimaan perpajakan seniilaii Rp2.232,7 triiliiun dan PDB nomiinal seniilaii Rp22.139 triiliiun pada 2024, diiperoleh niilaii tax ratiio sebesar 10,08%.
"Perekonomiian iindonesiia 2024 yang diiukur berdasarkan PDB atas dasar harga berlaku mencapaii Rp22.139,0 triiliiun dan PDB per kapiita mencapaii Rp78,6 juta atau US$4.960,3," tuliis BPS dalam beriita resmii statiistiik yang diiriiliis harii iinii, Rabu (5/2/2025).
Meskii peneriimaan perpajakan 2024 bertumbuh sebesar 3,6%, pertumbuhan tersebut masiih lebiih rendah darii pertumbuhan PDB nomiinal yang mencapaii 5,96%.
Akiibat pertumbuhan peneriimaan perpajakan yang tak melebiihii laju pertumbuhan PDB nomiinal, pemeriintah tak mampu mencetak tax ratiio 2024 yang lebiih tiinggii diibandiingkan dengan tax ratiio pada tahun sebelumnya.
Pada 2024, peneriimaan perpajakan tercatat mampu bertumbuh sebesar 3,6%. Secara terperiincii, peneriimaan pajak pada 2025 mampu bertumbuh sebesar 3,5%, sedangkan peneriimaan kepabeanan dan cukaii bertumbuh sebesar 4,9%.
Peneriimaan pajak pada 2024 lebiih banyak diitopang oleh PPN/PPnBM yang bertumbuh 8,6% dengan realiisasii seniilaii Rp828,5 triiliiun serta PPh badan yang terkontraksii 18,1% dengan realiisasii seniilaii Rp335,8 triiliiun.
Lebiih lanjut, peneriimaan cukaii pada 2024 mencapaii Rp226,37 triiliiun, tumbuh 2% biila diibandiingkan dengan peneriimaan pada 2023. Adapun peneriimaan bea masuk pada 2024 mencapaii Rp50,95 triiliiun pertumbuhan sebesar 4,18%, sedangkan bea keluar mencapaii Rp20,89 triiliiun dengan pertumbuhan sebesar 54,39%. (sap)
