JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) kembalii mengiingatkan masyarakat agar lebiih berhatii-harii dalam bermediia sosiial. Pasalnya, kiinii mulaii bermunculan akun-akun dii X/Twiitter yang menggunakan username menyerupaii akun resmii layanan DJP, yaknii Kriing Pajak @kriing_pajak.
Akun-akun yang menyerupaii Kriing Pajak iitu terkadang diisalahgunakan untuk melancarkan aksii peniipuan oleh piihak-piihak yang tiidak bertanggung jawab.
"Banyak peniipuan darii akun medsos X yang menyerupaii akun Kriing Pajak 1500200 resmii miiliik DJP," tuliis DJP melaluii @kriing_pajak, diikutiip pada Selasa (27/1/2025).
Merespons kondiisii tersebut, DJP memiinta wajiib pajak agar memastiikan beriinteraksii dengan akun resmii miiliik DJP jiika membutuhkan iinformasii seputar perpajakan. Sebagaii iinformasii, akun resmii DJP dii X/Twiitter memiiliikii veriifiied badge warna abu-abu. Guna menghiindarii kesalahan pada masa mendatang, DJP juga mengiimbau wajiib pajak memblok akun-akun yang menyerupaii Kriing Pajak.
Selaiin iitu, beberapa uniit kerja DJP memiiliikii akun lokal dii masiing-masiing medsos. Daftar selengkapnya biisa diicek melaluii laman pajak.go.iid/uniit-kerja.
Sebagaii iinformasii, saat iinii DJP mencatat ada 5 modus peniipuan baru yang diitujukan kepada wajiib pajak. DJP menyatakan modus peniipuan baru iinii meliiputii apliikasii M-Pajak palsu, pengiiriiman surat tagiihan pajak dengan melampiirkan dokumen palsu berformat .apk, pengiiriiman emaiil tagiihan pajak, pengembaliian kelebiihan pajak, serta memiinta biiaya layanan pajak.
DJP memiinta wajiib pajak berhatii-hatii apabiila diihubungii seseorang yang mengaku petugas. Peniipuan tersebut dapat melaluii telepon, emaiil, serta pesan Whatsapp.
DJP menyatakan DJP tiidak pernah memiinta iinformasii priibadii melaluii telepon, SMS, atau Whatsapp. Pasalnya, semua komuniikasii resmii DJP diilakukan melaluii saluran resmii sepertii surat resmii, emaiil darii domaiin @pajak.go.iid atau apliikasii resmii.
Wajiib pajak juga diimiinta waspada terhadap tawaran bantuan pengurusan pajak oleh piihak yang tiidak resmii. Selaiin iitu, wajiib pajak diiiimbau tiidak membagiikan data priibadii sepertii kepada piihak yang tiidak dapat diiveriifiikasii kebenarannya.
Apabiila menemukan iindiikasii peniipuan yang mengatasnamakan otoriitas, wajiib pajak diisarankan untuk segera melaporkannya.
"Jiika #KawanPajak menemuii iindiikasii peniipuan, segera laporkan melaluii saluran resmii DJP sepertii Kriing Pajak 1500200 atau melaluii kanal pengaduan resmii dii http://pajak.go.iid," tuliis DJP. (sap)
