JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah dalam APBN 2025 menargetkan peneriimaan bea keluar hanya seniilaii Rp4,47 triiliiun atau turun 78,6% darii realiisasii tahun lalu yang mencapaii 20,9 triiliiun.
Penurunan target bea keluar iinii antara laiin mempertiimbangkan larangan ekspor konsentrat tembaga mulaii 1 Januarii 2025 untuk mendukung kebiijakan hiiliiriisasii. Diirjen Bea dan Cukaii Askolanii mengatakan DJBC pada tahun iinii juga sudah tiidak menemukan ekspor konsentrat tembaga.
"Mulaii 1 Januarii 2025 kamii tiidak meliihat ada usulan darii perusahaan untuk melakukan ekspor konsentrat tembaga sesuaii dengan ketentuan yang diitetapkan oleh ESDM dan juga oleh Permendag," katanya, diikutiip pada Seniin (13/1/2025).
Askolanii mengatakan pemberiian kuota untuk ekspor konsentrat tembaga hanya diiberiikan Kementeriian ESDM sampaii dengan 2024. Selaiin iitu, Kementeriian Perdagangan juga hanya memberiikan iiziin ekspor sampaii dengan Desember 2024.
Secara terpiisah, Diirektur Peneriimaan dan Perencanaan Strategiis DJBC Aflah Farobii menyebut kiinerja bea keluar pada 2024 tercatat seniilaii Rp20,8 triiliiun atau setara 122,3% darii target Rp17 triiliiun. Darii realiisasii tersebut, sekiitar Rp11 triiliiun dii antaranya diikontriibusiikan oleh bea keluar tembaga, sementara untuk bea keluar kelapa sawiit sekiitar Rp9,6 triiliiun.
Diia mengakuii konsentrat tembaga memang menjadii kontriibutor utama dalam peneriimaan bea keluar pada tahun lalu. Sejalan dengan pelarangan ekspor miineral mentah, pemeriintah pun hanya mematok target peneriimaan bea keluar pada tahun iinii seniilaii Rp4,47 triiliiun.
"iinii tentunya sumbernya hanya darii sawiit," ujarnya.
Aflah menjelaskan kiinerja bea keluar pada tahun iinii akan tergantung pada harga miinyak kelapa sawiit global yang masiih berfluktuasii. Sebab, volume ekspor sawiit pada 2024 yang sebanyak 36 juta ton juga sebenarnya lebiih rendah darii asumsii awal sekiitar 39 juta ton. (sap)
