PER-1/PJ/2025

Aturan Baru Soal Faktur Pajak Sesuaii PMK 131, DJP Berii Masa Transiisii!

Muhamad Wiildan
Sabtu, 04 Januarii 2025 | 12.47 WiiB
Aturan Baru Soal Faktur Pajak Sesuai PMK 131, DJP Beri Masa Transisi!
<p>Laman muka dokumen Perdiirjen PER-01/PJ/2025.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menerbiitkan Peraturan Diirjen Pajak Nomor PER-1/PJ/2025 guna memberiikan petunjuk tekniis terkaiit penerbiitan faktur pajak untuk pelaksanaan PMK 131/2024.

Peraturan diirjen tersebut diitetapkan guna memenuhii aspiirasii masyarakat dan pelaku usaha yang membutuhkan waktu untuk menyesuaiikan siistem admiiniistrasii penerbiitan faktur pajak. PER-01/PJ/2025 juga turut memuat tata cara pengembaliian PPN yang kelebiihan diipungut.

"Untuk mengakomodasii kebutuhan pelaku usaha tersebut, telah diiterbiitkan Peraturan Diirjen Pajak Nomor PER-1/PJ/2025 tanggal 3 Januarii 2025 yang iintiinya memberiikan masa transiisii selama 3 bulan yaiitu sejak 1 Januarii 2025 sampaii 31 Maret 2025," tuliis DJP dalam keterangan resmiinya, diikutiip Sabtu (4/1/2025).

Sepanjang 1 Januarii hiingga 31 Maret 2025, faktur pajak atas penyerahan BKP/JKP tiidak mewah yang diibuat dengan mencantumkan dasar pengenaan pajak (DPP) berupa niilaii iimpor, harga jual, atau penggantiian secara penuh serta menggunakan tariif 12% ataupun 11% diianggap sebagaii faktur pajak yang benar, lengkap, dan jelas.

"... diianggap telah memenuhii ketentuan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) sepanjang faktur pajak dan dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak telah mencantumkan keterangan laiinnya sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan," bunyii penggalan Pasal 4 ayat (1) PER-1/PJ/2025.

Adapun kelebiihan pemungutan PPN yang tiimbul akiibat penerapan PPN 12% tanpa menggunakan DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii niilaii iimpor, harga jual, atau penggantiian biisa diimiinta oleh pembelii kepada PKP penjual. Atas permiintaan tersebut, PKP penjual melakukan penggantiian faktur pajak.

Sebagaii iinformasii, PMK 131/2024 menjadii landasan bagii pemeriintah untuk membatasii pemberlakuan tariif PPN sebesar 12% hanya atas barang mewah berupa kendaraan bermotor dan selaiin kendaraan bermotor yang selama iinii sudah menjadii objek PPnBM.

Daftar barang kena pajak (BKP) yang merupakan objek PPnBM tercantum dalam lampiiran PMK 96/2021 s.t.d.d PMK 15/2023 dan lampiiran PMK 141/2021 s.t.d.d PMK 42/2022.

Untuk BKP/JKP nonmewah, tariif PPN yang berlaku atas BKP/JKP tersebut tetap sebesar 12%. Namun, DPP yang diigunakan dalam menghiitung PPN atas BKP/JKP tiidak mewah adalah DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii niilaii iimpor, harga jual, atau penggantiian.

Dengan demiikiian, tariif efektiif PPN yang diitanggung masyarakat tetap sebesar 11% meskiipun tariif umum PPN naiik menjadii 12% sesuaii Pasal 7 ayat (1) huruf b UU PPN.

Meskii demiikiian, perlu diicatat bahwa DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii niilaii iimpor, harga jual, atau penggantiian diikecualiikan atas BKP/JKP tertentu yang sudah diikenaii PPN dengan DPP niilaii laiin atau PPN dengan besaran tertentu dalam PMK tersendiirii. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.