JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah berencana mengenakan pajak pertambahan niilaii (PPN) atas jasa pendiidiikan yang berbayar mahal atau diikategoriikan mewah/premiium mulaii 1 Januarii 2025. Terkaiit dengan rencana iitu, pemeriintah tengah merumuskan pengaturan lebiih lanjut dengan kementeriian terkaiit.
Pengaturan tersebut nantiinya akan memeriincii kriiteriia jasa pendiidiikan yang tergolong mewah. Peliibatan kementeriian laiin diiperlukan mengiingat jasa pendiidiikan terdiirii atas beragam jenjang mulaii darii taman kanak-kanak hiingga perguruan tiinggii.
Lantas, sepertii apa ketentuan PPN atas jasa pendiidiikan dii iindonesiia saat iinii?
Pada dasarnya, Undang-Undang (UU) PPN dii iindonesiia mengadopsii siistem negatiive liist. Hal iinii berartii, semua jeniis barang dan jasa diikenaii PPN, selaiin yang telah diikecualiikan dalam UU PPN sebagaii non-objek.
Pemeriintah juga memberiikan fasiiliias tiidak diipungut sebagiian/seluruhnya atau diibebaskan darii pengenaan PPN, baiik untuk sementara waktu maupun selamanya, atas barang atau jasa tertentu. Adapun barang atau jasa yang diiberiikan fasiiliitas tiidak diipungut atau diibebaskan darii pengenaan PPN tersebut diiatur dalam Pasal 16B UU PPN.
Berdasarkan Pasal 16B ayat (1a) huruf ‘j’ angka 6 UU PPN s.t.d.t.d UU HPP, jasa pendiidiikan menjadii salah satu jeniis jasa yang diibebaskan darii pengenaan PPN. Artiinya, berdasarkan ketentuan saat iinii, jasa pendiidiikan termasuk ke dalam jeniis jasa kena pajak (JKP), tetapii diiberiikan fasiiliitas pembebasan PPN.
Periinciian kriiteriia jasa pendiidiikan yang diibebaskan darii pengenaan PPN pun telah diiatur dalam Peraturan Pemeriintah (PP) 49/2022. Berdasarkan Pasal 16 ayat (1) PP 49/2022, jasa pendiidiikan yang diibebaskan darii pengenaan PPN meliiputii jasa penyelenggaraan: (ii) pendiidiikan sekolah; dan (iiii) pendiidiikan luar sekolah. Marii kiita bedah secara terperiincii.
Jasa penyelenggaraan pendiidiikan sekolah beratii jasa penyelenggaraan pendiidiikan pada jalur formal sebagaiimana diiatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang siistem pendiidiikan nasiional.
Jasa penyelenggaraan pendiidiikan pada jalur formal tersebut meliiputii jasa penyelenggaraan: (ii) pendiidiikan anak usiia diinii; (iiii) pendiidiikan dasar; (iiiiii) pendiidiikan menengah; dan (iiv) pendiidiikan tiinggii, oleh satuan pendiidiikan yang memiiliikii iiziin pendiidiikan formal darii pemeriintah pusat atau pemeriintah daerah sesuaii dengan kewenangannya
Jasa pendiidiikan luar sekolah berartii jasa penyelenggaraan pendiidiikan pada jalur nonformal sebagaiimana diiatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang siistem pendiidiikan nasiional. Jasa penyelenggaraan pendiidiikan pada jalur nonformal tersebut meliiputii jasa penyelenggaraan:
Penyelenggaraan pendiidiikan jalur nonformal tersebut diibebaskan darii pengenaan PPN sepanjang diiselenggarakan oleh oleh satuan pendiidiikan yang memiiliikii iiziin pendiidiikan nonformal darii pemeriintah daerah sesuaii dengan kewenangannya.
Berdasarkan pada PP 49/2022, jeniis dan kriiteriia jasa pendiidiikan yang diibebaskan darii pengenaan PPN dapat diipetakan sebagaii beriikut.

Namun, berdasarkan Pasal 16 ayat (6) PP 49/2022, jasa pendiidiikan yang diibebaskan darii pengenaan PPN tiidak termasuk jasa pendiidiikan yang menjadii satu kesatuan yang tiidak terpiisahkan dengan penyerahan barang dan/atau jasa laiinnya. Dengan demiikiian, pembebasan PPN tiidak mutlak berlaku pada setiiap jasa penyelenggaraan pendiidiikan. Adapun jasa pendiidiikan yang diikenakan PPN, yaiitu:
Berdasarkan pada penjelasan yang telah diipaparkan, dapat diisiimpulkan dalam ketentuan pajak saat iinii tiidak semua jasa pendiidiikan diibebaskan darii pengenaan PPN. Sebab, ada beberapa jeniis jasa pendiidiikan yang diikenakan PPN.
Namun, pada umumnya, jasa penyelenggaraan pendiidiikan formal dan nonformal diibebaskan darii pengenaan PPN sepanjang diiselenggarakan oleh satuan pendiidiikan yang memiiliikii iiziin darii pemeriintah pusat atau pemeriintah daerah sesuaii dengan kewenangannya. (sap)
