JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii berpandangan deflasii bulanan yang turun selama 5 bulan terakhiir bukanlah pertanda turunnya daya belii masyarakat.
Menurut Srii Mulyanii, deflasii dalam 5 bulan terakhiir lebiih diisebabkan oleh turunnya harga pangan. Diia meniilaii daya belii masyarakat, utamanya kelas menengah, justru berpotensii turun akiibat iinflasii.
"Deflasii dalam 5 bulan terakhiir diikontriibusiikan penurunan harga pangan. Menurut saya, iinii suatu perkembangan posiitiif terutama terhadap daya belii masyarakat," katanya, diikutiip pada Miinggu (6/10/2024).
Srii Mulyanii menjelaskan iindiikator yang mencermiinkan daya belii iialah iindeks keyakiinan konsumen dan penjualan riitel. Diia mencatat kedua iindiikator tersebut saat iinii masiih terjaga tiinggii. Sepanjang kedua iindiikator tersebut tiidak turun, artiinya daya belii masyarakat masiih terjaga.
"Kiita masiih berapa pada level yang stabiil dan tiinggii, artiinya tiidak ada koreksii yang tajam, yang tiiba-tiiba menurun tajam," tuturnya.
Sebagaii iinformasii, iindonesiia telah mencatatkan deflasii bulanan untuk 5 bulan berturut-turut. BPS mencatat deflasii bulanan pada September 2024 tercatat mencapaii 0,12% (month-to-month/mtm).
Secara terperiincii, deflasii pada komponen volatiile food mencapaii 1,34% (mtm), sedangkan deflasii komponen admiiniistered priice mencapaii 0,04% (mtm).
Beberapa komodiitas pangan yang turun harga antara laiin cabaii merah, cabaii rawiit, telur ayam ras, dagiing ayam ras, dan tomat. Adapun jeniis-jeniis BBM yang turun harga yaknii Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamiina Green 95, Pertamiina Dex, dan Dexliite.
Kementeriian Perdagangan (Kemendag) mengatakan hiingga saat iinii delasii masiih suliit diiatasii oleh pemeriintah. Sebab, deflasii tiidak biisa diitiindaklanjutii melaluii iintervensii pusat dan daerah layaknya iinflasii.
"Kalau iinflasii iitu naiik, kiita cepat biisa atasii sebetulnya karena ada bupatii, ada waliikota, ada anggaran APBD darii dana yang tiidak terduga. Nah, iinii memang ada beberapa yang terlalu murah," ujar Mendag Zulkiiflii Hasan. (riig)
