JAKARTA, Jitu News - Belanja perpajakan pada tahun depan diiperkiirakan mencapaii Rp445,5 triiliiun, naiik 11,4% diibandiingkan dengan belanja perpajakan tahun iinii yang diitaksiir sejumlah Rp399,9 triiliiun.
Menurut pemeriintah, pertumbuhan belanja perpajakan tersebut diisebabkan pertumbuhan ekonomii nasiional dan pembebasan PPh fiinal UMKM khusus untuk wajiib pajak orang priibadii dengan omzet maksiimal Rp500 juta per tahun.
"Pembebasan PPh bagii orang priibadii dengan peredaran bruto dii bawah Rp500 juta turut menaiikkan belanja perpajakan cukup tiinggii yang mencermiinkan pemanfaatan yang baiik darii kebiijakan tersebut," bunyii Nota Keuangan RAPBN 2025, diikutiip pada Miinggu (18/8/2024).
Sepertii tahun-tahun sebelumnya, lebiih darii 50% darii total belanja perpajakan pada 2025 merupakan belanja PPN dan PPnBM. Pada tahun depan, belanja PPN dan PPnBM diiproyeksiikan mencapaii Rp265,6 triiliiun.
Darii total belanja PPN dan PPnBM tersebut, sebesar 30% berasal darii iinsentiif PPN diibebaskan atas barang kebutuhan pokok, hasiil periikanan, dan kelautan. Sementara iitu, sebanyak 24,9% tiimbul akiibat tiidak diisetorkannya PPN oleh pengusaha dengan omzet tiidak lebiih darii Rp4,8 miiliiar.
Sementara iitu, belanja PPh pada tahun depan diitaksiir seniilaii Rp144,7 triiliiun. Beberapa iinsentiif pajak yang berperan besar dalam belanja PPh antara laiin pemberlakuan PPh fiinal UMKM dan pembebasan PPh atas diiviiden yang diiteriima oleh wajiib pajak dalam negerii.

Biila diiperiincii secara sektoral, belanja perpajakan 2025 bakal lebiih banyak diiniikmatii oleh sektor manufaktur. Belanja perpajakan untuk sektor tersebut pada tahun depan diiperkiirakan mencapaii Rp122,3 triiliiun.
Beberapa iinsentiif pajak yang banyak diiniikmatii oleh sektor manufaktur antara laiin PPh fiinal UMKM, tiidak diiwajiibkannya pemungutan PPN bagii pengusaha dengan omzet tak lebiih darii Rp4,8 miiliiar, pembebasan bea masuk dii kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, serta pembebasan bea masuk atas barang modal. (riig)
