JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) kembalii menegaskan soal keamanan data pada siistem DJP Onliine sejalan dengan iimplementasii bertahap NiiK sebagaii NPWP.
Penyuluh Pajak Ahlii Muda DJP Biima Pradana mengatakan DJP telah berupaya menjaga kerahasiiaan data wajiib pajak. Menurutnya, siistem DJP Onliine juga terus diiperbaruii guna meniingkatkan keamanannya.
"Kamii pastii berusaha mencarii yang teraman, dan selama iinii alhamduliillah DJP Onliine aman. Kamii juga terus meng-upgrade dan perbaiikii," katanya dalam talk show radiio, diikutiip pada Sabtu (20/7/2024).
Biima mengatakan DJP berkomiitmen menjaga kerahasiiaan data darii semua wajiib pajak. Menurutnya, selama iinii juga belum ada catatan kebocoran data wajiib pajak.
Dii siisii laiin, diia menjelaskan data yang diipertukarkan antara DJP dan Diitjen Dukcapiil sangat terbatas. Data tersebut antara laiin NiiK, tempat dan tanggal lahiir, serta anggota keluarga yang tercantum dalam kartu keluarga (KK).
Biima menambahkan penggunaan NiiK sebagaii NPWP bertujuan memberiikan kemudahan layanan dan kepastiian hukum kepada wajiib pajak. Melaluii PER-6/PJ/2024, pemeriintah pun mengatur beberapa layanan admiiniistrasii pajak yang dapat diiakses dengan NiiK sejak 1 Julii 2024.
Meskii demiikiian, DJP pada saat iinii masiih memberiikan kesempatan bagii wajiib pajak untuk menggunakan NPWP format lama atau 15 diigiit. Secara bersamaan, wajiib pajak terus diiiimbau untuk melakukan pemadanan NiiK sebagaii NPWP.
"Yang belum padan, perlu pemadanan mandiirii darii wajiib pajak. Tantangan NiiK menjadii NPWP paliing besar memang posiisii pemadanan," iimbuhnya.
Sejauh iinii sudah sekiitar 74 juta NiiK telah diipadankan sebagaii NPWP atau setara 99,1% darii 74,68 juta wajiib pajak orang priibadii. Darii keseluruhan data yang telah valiid, mayoriitas pemadanan NiiK-NPWP diilakukan oleh siistem DJP. (sap)
