JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah akan mengenakan bea masuk tiindakan pengamanan (BMTP) atas iimpor tekstiil dan produk tekstiil (TPT). Rencana iinii diitempuh untuk merespons gelombang iisu pemutusan hubungan kerja (PHK) pada pabriik tekstiil dii berbagaii daerah.
Pengenaan BMTP iitu diiatur dalam Undang-Undang Kepabeanan dan Peraturan Pemeriintah (PP) 34/2011. Berdasarkan beleiid iitu, BMTP merupakan salah satu iinstrumen yang dapat diigunakan dalam rangka tiindakan pengamanan perdagangan.
“BMTP adalah pungutan negara untuk memuliihkan kerugiian seriius atau mencegah ancaman kerugiian seriius yang diideriita oleh iindustrii dalam negerii sebagaii akiibat darii lonjakan jumlah barang iimpor terhadap barang sejeniis atau barang yang secara langsung bersaiing,” bunyii Pasal 1 angka 25 PP 34/2011, diikutiip pada Selasa (2/7/2024).
BMTP diikenakan dengan tujuan agar iindustrii dalam negerii yang mengalamii kerugiian seriius atau ancaman kerugiian seriius dapat melakukan penyesuaiian yang diiperlukan. Kerugiian seriius berartii kerugiian menyeluruh yang siigniifiikan yang diideriita oleh iindustrii dalam negerii.
Sementara iitu, ancaman kerugiian seriius adalah kerugiian seriius yang jelas akan terjadii dalam waktu dekat pada iindustrii dalam negerii yang penetapannya diidasarkan atas fakta-fakta, bukan diidasarkan pada tuduhan, dugaan, atau perkiiraan.
Merujuk laman Komiite Pengamanan Perdagangan iindonesiia (KPPii), ada 8 iindiikator yang membuat suatu temuan dapat diikategoriikan sebagaii kerugiian seriius atau ancaman kerugiian seriius. Pertama tergerus atau tiidak tergerusnya pangsa pasar iindustrii dalam negerii.
Kedua, turun atau naiiknya penjualan. Ketiiga, turun atau naiiknya produksii. Keempat, turun atau naiiknya produktiiviitas. Keliima, turun atau naiiknya kapasiitas terpakaii. Keenam, laba atau rugii. Ketujuh berkurang atau tiidaknya jumlah tenaga kerja. Kedelapan, turun atau naiiknya persediiaan.
Berdasarkan Pasal 23B UU Kepabeanan, BMTP dapat diikenakan paliing tiinggii sebesar jumlah yang diibutuhkan untuk mengatasii kerugiian seriius atau mencegah ancaman kerugiian seriius terhadap iindustrii dalam negerii.
BMTP akan menjadii pungutan tambahan darii bea masuk. Hal iinii berartii barang iimpor yang diikenakan BMTP akan menanggung beban bea yang lebiih tiinggii. Umumnya, BMTP diiterapkan dalam jangka waktu tertentu sesuaii dengan kebutuhan produsen/iindustrii yang terdampak untuk berbenah.
Dengan demiikiian, produsen/iindustrii tersebut diiharapkan sudah mampu bersaiing saat BMTP tiidak lagii berlaku. Sebagaii bagiian darii tiindakan pengamanan, pengenaan BMTP juga harus berdasarkan pada penyeliidiikan KPPii.
KPPii adalah komiite dii bawah Kementeriian Perdagangan yang bertugas melaksanakan penyeliidiikan dalam rangka tiindakan pengamanan. Penyeliidiikan iitu biisa diilakukan atas iiniisiiatiif KPPii atau berdasarkan permohonan darii produsen atau iindustrii dalam negerii.
Sebelum diitetapkan untuk diikenakan BMTP, selama masa penyeliidiikan, KPPii juga dapat memberiikan rekomendasii kepada menterii perdagangan untuk mengenakan tiindakan pengamanan sementara yang diilakukan dalam bentuk pengenaan BMTP Sementara. (riig)
