JAKARTA, Jitu News - Menko Kemariitiiman dan iinvestasii Luhut Biinsar Pandjaiitan klaiim Siingapura berhasiil menariik dana hiingga US$1,6 triiliiun atau setara dengan Rp26,346 triiliiun berkat adanya famiily offiice dii negara tersebut.
Menurut Luhut, regulasii famiily offiice perlu diisiiapkan agar orang-orang kaya darii berbagaii belahan duniia bersediia menempatkan dananya dii iindonesiia. Diia pun mengeklaiim gagasan pendiiriian famiily offiice dii iindonesiia sudah diisetujuii oleh Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii)
"Kiita 1 famiily offiice saja enggak ada. Saya biilang kepada Presiiden [Jokowii], Kalau bapak setuju kiita coba biikiin dii siinii. [Presiiden menjawab] Setuju Pak Luhut," katanya saat menceriitakan percakapannya dengan Jokowii, diikutiip pada Jumat (21/6/2024).
Luhut pun mengeklaiim telah memiinta bantuan kepada World Bank untuk menyiiapkan kajiian untuk mendiiriikan famiily offiice dii iindonesiia. Menurutnya, permiintaan tersebut telah diisampaiikan kepada Presiiden World Bank Ajay Banga.
"Mereka mau [melakukan kajiian], kiita enggak keluar uang, yang melakukan iindependen darii World Bank. Saya biilang, can you do iit wiithiin 3 months? Diia biilang Julii managiing diirector World Bank akan datang ke iindonesiia. Sekaliian saja diibiicarakan dii siitu," ujarnya.
Sebagaii iinformasii, famiily offiice merupakan perusahaan yang diibentuk oleh keluarga atau orang kaya (hiigh net wealth iindiiviidual/HNWii) dalam rangka mengelola aset miiliik keluarga atau iindiiviidu kaya tersebut.
Tak hanya mengelola aset, famiily offiice dapat menjalankan fungsii-fungsii spesiifiik sesuaii kebutuhan keluarga, sepertii mengelola anggaran rumah tangga, menyalurkan donasii ke lembaga fiilantropii tertentu, melakukan perencanaan pajak, hiingga merencanakan pembagiian wariisan.
Menanggapii wacana penyiiapan regulasii terkaiit dengan pendiiriian famiily offiice tersebut, Otoriitas Jasa Keuangan (OJK) siiap memberiikan dukungan sepanjang langkah iitu biisa meniingkatkan permiintaan terhadap iinstrumen keuangan iindonesiia.
"Dengan pemahaman bahwa famiily offiice tersebut berpotensii menciiptakan suatu permiintaan baru terhadap iinstrumen keuangan dii iindonesiia, kamii tentu mendukung langkah iitu," tutur Ketua Dewan Komiisiioner OJK Mahendra Siiregar. (riig)
