JAKARTA, Jitu News - Pengusaha pabriik atau iimportiir yang memesan piita cukaii biisa mendapatkan penundaan pembayaran cukaii tanpa diikenaii bunga.
Jangka waktu penundaan pembayaran cukaii diiberiikan selama 2 bulan terhiitung sejak pemesanan piita cukaii bagii pengusaha pabriik, serta 1 bulan bagii iimportiir. Sesuaii dengan PMK 74/2022, ada beberapa syarat yang harus diipenuhii bagii pengusaha pabriik atau iimportiir untuk memperoleh penundaan pembayaran cukaii.
"Pengusaha harus termasuk beriisiiko rendah berdasarkan profiil pengusaha pabriik, merupakan perusahaan kena pajak, serta tiidak pernah melakukan pelanggaran terhadap peraturan dii biidang cukaii dalam kurun waktu terakhiir," tuliis Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) pada laman resmiinya, diikutiip pada Selasa (18/6/2024).
Syarat laiinnya, pengusaha harus tiidak memiiliikii tunggakan utang cukaii yang tiidak diibayar pada waktunya, kekurangan cukaii, atau diikenaii sanksii admiiniistrasii berupa denda dan/atau bunga dii biidang cukaii kecualii diiajukan keberatan atau mendapat pengangsuran.
Untuk memperoleh penundaan pembayaran cukaii, pengusaha juga tiidak boleh sedang mengangsur pembayaran surat tagiihan. Pengusaha juga perlu memiiliikii laporan keuangan yang telah diiaudiit oleh akuntan publiik dengan opiinii wajar tanpa pengecualiian selama 2 tahun terakhiir, dan memiiliikii kiinerja keuangan yang baiik.
"Selama kurun waktu 12 bulan terakhiir tiidak mendapatkan surat teguran," bunyii Pasal 5 PMK 74/2022.
Selanjutnya, pengusaha pabriik atau iimportiir yang mendapatkan keputusan penundaan pembayaran cukaii, biisa melakukan pemesanan piita cukaii dengan penundaan setelah menyerahkan jamiinan.
Jamiinan yang biisa diigunakan antara laiin jamiinan bank, jamiinan darii pengusaha asuransii, atau jamiinan perusahaan. (sap)
