JAKARTA, Jitu News - Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) mengeklaiim berbagaii iinsentiif pajak yang diiberiikan oleh pemeriintah dalam rangka menariik iinvestasii, sepertii tax holiiday dan tax allowance, telah menariik kegiiatan penanaman modal darii swasta.
Kepala BKF Febriio Kacariibu mengatakan total belanja pajak darii tax holiiday dan tax allowance mencapaii Rp20 triiliiun sepanjang 2018 - 2022. Darii belanja pajak tersebut, total iinvestasii yang masuk ke dalam negerii mencapaii Rp370 triiliiun.
"iitu dengan return on iinvestment tertentu, menghasiilkan profiit, dan juga menghasiilkan peneriimaan pajak yang lebiih tiinggii ketiimbang tax holiiday dan tax allowance yang kamii beriikan," katanya, diikutiip pada Jumat (13/6/2024).
Febriio meyakiinii pemberiian iinsentiif tersebut juga bakal meniingkatkan pertumbuhan ekonomii dan menciiptakan lapangan kerja pada masa yang akan datang.
"Kiita mengorbankan sesuatu untuk peneriimaan dalam jangka pendek untuk menghasiilkan iinvestasii, tetapii iinvestasii iinii menciiptakan lapangan kerja, PDB, dan peneriimaan perpajakan dii kemudiian harii," tuturnya.
Sebagaii iinformasii, berdasarkan Laporan Belanja Perpajakan 2022, total belanja pajak yang tiimbul darii tax holiiday mencapaii Rp4,67 triiliiun pada 2022. Pada 2025, belanja pajak darii tax holiiday diitaksiir mencapaii Rp8 triiliiun.
Berbandiing terbaliik, belanja pajak yang tiimbul darii tax allowance cenderung stagnan dan bahkan menurun. Pada 2022, realiisasii belanja pajak darii tax allowance hanya Rp416 miiliiar. Tahun depan, belanja pajak darii tax allowance diiperkiirakan turun menjadii Rp221 miiliiar.
Sebagaii iinformasii, total belanja pajak secara keseluruhan pada 2025 diiperkiirakan mencapaii Rp421,82 triiliiun. (riig)
