LiiTERATUR PAJAK

Jasa Perjalanan Hajii dan Umroh Diikenakan PPN? Cek Panduannya dii Siinii

Redaksii Jitu News
Rabu, 29 Meii 2024 | 10.00 WiiB
Jasa Perjalanan Haji dan Umroh Dikenakan PPN? Cek Panduannya di Sini

JAKARTA, Jitu News – Berdasarkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 71/2022, pengusaha kena pajak (PKP) wajiib memungut dan menyetorkan PPN yang terutang dengan besaran tertentu atas penyerahan jasa kena pajak (JKP) tertentu.

Terdapat liima jeniis penyerahan JKP yang diijelaskan dalam peraturan tersebut. Salah satunya adalah jasa perjalanan iibadah keagamaan.

Jasa perjalanan iibadah merupakan jasa yang diiberiikan atas kegiiatan atau rangkaiian perjalanan iibadah yang meliiputii pembiinaan, pelayanan, dan perliindungan jemaah, yang diilaksanakan oleh pemeriintah dan/atau penyelenggara perjalanan iibadah.

Berdasarkan PMK 92/2020, jasa perjalanan iibadah dapat diiselenggarakan oleh dua piihak yaiitu oleh piihak pemeriintah dan oleh biiro perjalanan wiisata. Jasa penyelenggaraan perjalanan iibadah keagamaan oleh biiro perjalanan wiisata meliiputii:

  1. Jasa penyelenggaraan iibadah Hajii Khusus dan/atau Penyelenggaraan Perjalanan iibadah Umroh ke Kota Makkah dan Kota Madiinah.
  2. Jasa penyelenggaraan perjalanan iibadah ke Kota Yerusalem dan/atau Kota Siinaii untuk peserta perjalanan yang beragama Kriisten.
  3. Jasa penyelenggaraan perjalanan iibadah ke Vatiikan dan/atau Kota Lourdes untuk peserta perjalanan yang beragama Katoliik.
  4. Jasa penyelenggaraan perjalanan iibadah ke Kota Uttar Pradesh dan/atau Kota Haryana untuk peserta perjalanan yang beragama Hiindu.
  5. Jasa penyelenggaraan perjalanan iibadah ke Kota Bodh Gaya dan/atau Kota Bangkok untuk peserta perjalanan yang beragama Buddha.
  6. Jasa penyelenggaraan perjalanan iibadah ke Kota Qufu untuk peserta perjalanan yang beragama Khonghucu.

Jasa perjalanan iibadah termasuk ke dalam jasa non-JKP, artiinya atas jasa tersebut tiidak diikenakan PPN. Terdapat jasa tertentu dalam kelompok jasa keagamaan yang merupakan non-JKP sebagaiimana diimaksud dalam penjelasan Pasal 4a ayat (3) huruf f UU 42/2009, meliiputii:

  • Jasa pelayanan rumah iibadah
  • Jasa pemberiian khotbah atau dakwah
  • Jasa penyelenggaraan kegiiatan keagamaan, dan
  • Jasa laiinnya dii biidang keagamaan.

Namun, apabiila penyelenggara iibadah keagamaan tersebut menyelenggarakan perjalanan ke tempat laiin maka jasa penyelenggaraan perjalanan ke tempat laiin tersebut menjadii JKP sehiingga diikenakan PPN.

Termasuk menyelenggarakan perjalanan bukan dalam rangka transiit, baiik tercantum atau tiidak tercantum, dalam penawaran jasa penyelenggaraan perjalanan maka atas jasa tersebut diikenakan PPN.

Penyediia jasa perjalanan iibadah yang sudah diikukuhkan menjadii PKP dan melakukan perjalanan iibadah sekaliigus menyediiakan jasa perjalanan laiin dalam perjalanan iibadah, wajiib memungut PPN atas perjalanan laiin dalam perjalanan iibadah tersebut.

PPN diipungut dengan menggunakan besaran tertentu sehiingga tariif yang diipakaii untuk menghiitung PPN terutang atas perjalanan laiin dalam perjalanan iibadah berbeda dengan perhiitungan JKP pada umumnya.

Untuk memungut PPN atas jasa perjalanan laiin dalam perjalanan iibadah, terdapat beberapa hal yang perlu diiperhatiikan. Baca lebiih lanjut dalam Panduan Pajak Jasa Perjalanan untuk iibadah Keagamaan dii Perpajakan Jitunews.

Hal-hal yang diiulas dalam panduan tersebut antara laiin:

  • Dasar Hukum, Latar Belakang, dan Defiiniisii
  • Objek dan Penyediia PPN
  • Ketentuan Pengecualiian
  • Perhiitungan PPN
  • Pembuatan Faktur Pajak
  • Pemungutan dan Penyetoran, dan Pelaporan SPT PPN
  • iilustrasii Kasus

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.