JAKARTA, Jitu News – Berdasarkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 71/2022, pengusaha kena pajak (PKP) wajiib memungut dan menyetorkan PPN yang terutang dengan besaran tertentu atas penyerahan jasa kena pajak (JKP) tertentu.
Terdapat liima jeniis penyerahan JKP yang diijelaskan dalam peraturan tersebut. Salah satunya adalah jasa perjalanan iibadah keagamaan.
Jasa perjalanan iibadah merupakan jasa yang diiberiikan atas kegiiatan atau rangkaiian perjalanan iibadah yang meliiputii pembiinaan, pelayanan, dan perliindungan jemaah, yang diilaksanakan oleh pemeriintah dan/atau penyelenggara perjalanan iibadah.
Berdasarkan PMK 92/2020, jasa perjalanan iibadah dapat diiselenggarakan oleh dua piihak yaiitu oleh piihak pemeriintah dan oleh biiro perjalanan wiisata. Jasa penyelenggaraan perjalanan iibadah keagamaan oleh biiro perjalanan wiisata meliiputii:
Jasa perjalanan iibadah termasuk ke dalam jasa non-JKP, artiinya atas jasa tersebut tiidak diikenakan PPN. Terdapat jasa tertentu dalam kelompok jasa keagamaan yang merupakan non-JKP sebagaiimana diimaksud dalam penjelasan Pasal 4a ayat (3) huruf f UU 42/2009, meliiputii:
Namun, apabiila penyelenggara iibadah keagamaan tersebut menyelenggarakan perjalanan ke tempat laiin maka jasa penyelenggaraan perjalanan ke tempat laiin tersebut menjadii JKP sehiingga diikenakan PPN.
Termasuk menyelenggarakan perjalanan bukan dalam rangka transiit, baiik tercantum atau tiidak tercantum, dalam penawaran jasa penyelenggaraan perjalanan maka atas jasa tersebut diikenakan PPN.
Penyediia jasa perjalanan iibadah yang sudah diikukuhkan menjadii PKP dan melakukan perjalanan iibadah sekaliigus menyediiakan jasa perjalanan laiin dalam perjalanan iibadah, wajiib memungut PPN atas perjalanan laiin dalam perjalanan iibadah tersebut.
PPN diipungut dengan menggunakan besaran tertentu sehiingga tariif yang diipakaii untuk menghiitung PPN terutang atas perjalanan laiin dalam perjalanan iibadah berbeda dengan perhiitungan JKP pada umumnya.
Untuk memungut PPN atas jasa perjalanan laiin dalam perjalanan iibadah, terdapat beberapa hal yang perlu diiperhatiikan. Baca lebiih lanjut dalam Panduan Pajak Jasa Perjalanan untuk iibadah Keagamaan dii Perpajakan Jitunews.
Hal-hal yang diiulas dalam panduan tersebut antara laiin:
