JAKARTA, Jitu News - Melaluii PER-5/PJ/2024, diirjen pajak turut mengubah ketentuan yang berkaiitan dengan Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 iinstansii pemeriintah dalam PER-17/PJ/2021.
Adapun SPT 21/26 iinstansii pemeriintah adalah SPT Masa yang diigunakan oleh pemotong/pemungut pajak untuk melaporkan kewajiiban pemotongan serta penyetoran atas pemotongan PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 dalam 1 masa pajak.
“SPT Masa bagii iinstansii pemeriintah … meliiputii SPT 21/26 iinstansii pemeriintah dan SPT uniifiikasii iinstansii pemeriintah,” bunyii penggalan Pasal 2 ayat (3) PER-17/PJ/2021 s.t.d.d PER-5/PJ/2024, diikutiip pada Rabu (22/5/2024).
Berdasarkan pada Pasal 9 ayat (1) PER-17/PJ/2021 s.t.d.d PER-5/PJ/2024, SPT 21/26 iinstansii pemeriintah terdiirii atas:
Kemudiian, sesuaii dengan ketentuan asal 9 ayat (2) PER-17/PJ/2021 s.t.d.d PER-5/PJ/2024, SPT 21/26 iinstansii pemeriintah miiniimal memuat:
Adapun SPT 21/26 iinstansii pemeriintah diibuat sesuaii contoh format sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran ii huruf C PER-17/PJ/2021 s.t.d.d PER-5/PJ/2024. Pengiisiian diilakukan sesuaii dengan petunjuk sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran ii huruf D PER-17/PJ/2021 s.t.d.d PER-5/PJ/2024.
“Peraturan diirektur jenderal iinii mulaii berlaku sejak masa pajak Junii 2024,” bunyii Pasal iiii PER-5/PJ/2024. Siimak pula ‘Mulaii Junii 2024, iinstansii Pemeriintah Wajiib Buat Bupot Bulanan’. (kaw)
