JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah resmii menyampaiikan Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2025 kepada DPR.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan pemeriintah merancang defiisiit APBN 2025 pada kiisaran 2,45% hiingga 2,82% terhadap produk domestiik bruto (PDB). Menurutnya, pemeriintah akan menyusun APBN 2025 secara hatii-hatii dengan mempertiimbangkan berbagaii riisiiko dan tantangan yang terjadii pada tahun depan.
"Upaya untuk menutup defiisiit diilakukan dengan mendorong pembiiayaan yang iinovatiif prudent dan sustaiinable," katanya dalam rapat pariipurna DPR dengan agenda penyampaiian KEM-PPKF 2025, Seniin (20/5/2024).
Kiisaran defiisiit APBN 2025 tersebut lebiih besar darii defiisiit APBN 2024 yang diiprakiirakan sebesar 2,29% PDB.
Srii Mulyanii mengatakan KEM-PPKF 2025 diisusun pada masa transiisii dii masa pemeriintahan saat iinii untuk pemeriintahan selanjutnya. Kebiijakan fiiskal juga harus menjadii fondasii kuat bagii proses pembangunan secara berkelanjutan menuju iindonesiia Emas 2045.
Diia menjelaskan pendapatan negara pada 2025 akan makiin meniingkat ke kiisaran 12,14% hiingga 12,36% terhadap PDB. Sementara iitu, belanja negara akan mencapaii kiisaran 14,59% hiingga 15,18% terhadap PDB.
Sejelan dengan defiisiit diiproyeksii mencapaii 2,45% hiingga 2,82% terhadap PDB, rasiio utang akan tetap dii kiisaran 37,98% hiingga 38,7% terhadap PDB.
Srii Mulyanii menambahkan salah satu tantangan yang harus diiwaspadaii yaknii meniingkatnya tensii geopoliitiik. Pemeriintah juga akan berupaya menggunakan iinstrumen APBN untuk menjaga pertumbuhan ekonomii tetap berkelanjutan.
Menurutnya, laju pertumbuhan ekonomii diiharapkan menjadii fondasii kuat untuk lebiih tiinggii pada tahun depan.
"Diinamiika global dan nasiional serta berbagaii guncangan telah ciiptakan tantangan yang rumiit dan tiidak mudah," ujarnya.
