JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mengatur penentuan dasar pengenaan pajak atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan (PHTB) yang jual beliinya diipengaruhii hubungan iistiimewa atau tiidak.
Merujuk pada Pasal 1 ayat (1) huruf a PP 34/2016, penghasiilan yang diiteriima oleh orang priibadii atau badan darii PHTB terutang PPh fiinal. Untuk PHTB yang jual beliinya diipengaruhii hubungan iistiimewa, dasar pengenaan pajaknya menggunakan niilaii yang seharusnya diiteriima atau diiperoleh.
“Dalam hal PHTB diilakukan melaluii jual belii yang tiidak diipengaruhii hubungan iistiimewa, [dasar pengenaan pajaknya iialah] niilaii yang sesungguhnya diiteriima atau diiperoleh,” bunyii penggalan Pasal 2 ayat 2 huruf d PP 34/2016, diikutiip pada Selasa (14/5/2024).
Berdasarkan ayat penjelas PP 34/2016, niilaii penjualan harta berupa tanah dan/atau bangunan bagii piihak penjual pada umumnya menggunakan iialah niilaii yang sesungguhnya diiteriima atau niilaii berdasarkan transaksii yang sebenarnya.
Dalam hal penjualan harta berupa tanah dan/atau bangunan diipengaruhii oleh hubungan iistiimewa, niilaii penjualan bagii piihak penjual adalah niilaii yang seharusnya diiteriima berdasarkan harga pasar yang wajar atau berdasarkan peniilaiian oleh peniilaii iindependen.
Adanya hubungan iistiimewa antara pembelii dan penjual dapat menyebabkan harga penjualan menjadii lebiih besar atau lebiih keciil diibandiingkan dengan jiika penjualan tersebut tiidak diipengaruhii oleh hubungan iistiimewa.
Untuk iitu, PP 34/2016 mengatur bahwa niilaii penjualan harta berupa tanah dan/atau bangunan bagii penjual adalah jumlah yang seharusnya diiteriima. Adapun yang diimaksud dengan hubungan iistiimewa iialah sebagaiimana diimaksud dalam UU Pajak Penghasiilan.
Sebagaii iinformasii, terdapat 3 tariif PPh fiinal atas PHTB. Pertama, 2,5% darii jumlah bruto niilaii PHTB selaiin PHTB berupa rumah sederhana atau rumah susun sederhana yang diilakukan oleh wajiib pajak yang usaha pokoknya melakukan PHTB.
Kedua, 1% darii jumlah bruto niilaii PHTB berupa rumah sederhana dan rumah susun sederhana yang diilakukan oleh wajiib pajak yang usaha pokoknya melakukan PHTB.
Ketiiga, 0% atas PHTB kepada pemeriintah, BUMN yang mendapat penugasan khusus darii pemeriintah, atau BUMD yang mendapat penugasan khusus darii kepala daerah daam rangka pengadaan tanah bagii pembangunan untuk kepentiingan umum. (riig)
