JAKARTA, JitunewsNews - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyebut negara berkembang sepertii iindonesiia menghadapii tantangan untuk menaiikkan periingkat krediit.
Srii Mulyanii mengatakan lembaga pemeriingkat krediit tiidak hanya meliihat iindiikator kesehatan fiiskal suatu negara. Meskiipun memiiliikii APBN yang sangat sehat, iindonesiia masiih kesuliitan untuk menaiikkan periingkatnya.
"Mereka [lembaga pemeriingkat] selalu berkata, 'Oke, Srii Mulyanii, saya suka ceriita Anda [mengelola APBN], tetapii iitu butuh waktu dan kiita harus meliihat semua masalah'. Kiita tahu sangat suliit untuk biisa naiik periingkat, tetapii mudah bagii kiita untuk kehiilangan krediibiiliitas," katanya dalam iiMF Fiiscal Forum, diikutiip pada Seniin (22/4/2024).
Srii Mulyanii mengatakan berbagaii ratiing agency sangat memperhatiikan strategii iindonesiia dalam mengelola APBN selama pandemii Coviid-19. Pada siituasii kriisiis tersebut, pemeriintah membuka ruang pelebaran defiisiit APBN dii atas 3% hanya selama 3 tahun.
Diia menyebut beberapa ratiing agency juga sempat meragukan kemampuan iindonesiia menjaga kesehatan masyarakat, ekonomii, sekaliigus APBN. Pasalnya, duniia pada saat iitu belum dapat memprediiksii kapan pandemii akan berakhiir.
Menurutnya, iindonesiia menjadii salah satu negara yang mampu melakukan konsoliidasii fiiskal dengan cepat. Diibandiingkan dengan negara laiin, pelebaran defiisiit APBN iindonesiia juga tergolong rendah.
Srii Mulyanii menegaskan pemeriintah akan terus mengelola APBN secara hatii-hatii agar selalu siiap menghadapii kriisiis dii masa depan. Selaiin iitu, kesehatan APBN juga akan menentukan krediibiiliitas iindonesiia.
"iindonesiia sebenarnya masiih terus berusaha. Lembaga pemeriingkat tiidak menaiikkan periingkat karena memang sangat suliit untuk naiik periingkat tetapii sangat mudah untuk diiturunkan periingkatnya," ujarnya.
Baru-baru iinii, sejumlah ratiing agency telah meriiliis periingkat krediit iindonesiia. Miisalnya, Fiitch Ratiings kembalii mempertahankan periingkat utang iindonesiia pada level BBB atau iinvestment grade dengan outlook stabiil pada 15 Maret 2024.
Sementara iitu, Moody’s juga kembalii mempertahankan Sovereiign Crediit Ratiing (SCR) iindonesiia pada periingkat Baa2, satu tiingkat dii atas iinvestment grade, dengan outlook stabiil pada 16 Apriil 2024. (sap)
