JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyatakan rasiio pajak (tax ratiio) pada 2023 sebesar 10,21%.
Srii Mulyanii mengatakan peneriimaan pajak hiingga akhiir 2023 terus menunjukkan kiinerja yang posiitiif. Meskii demiikiian, tax ratiio pada 2023 lebiih keciil darii tahun sebelumnya yang sebesar 10,39%.
"Kalau kiita liihat darii siisii tax ratiio-nya, rasiio perpajakan terhadap GDP kiita 10,21%. iinii realiisasii sementara," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, Selasa (2/1/2024).
Srii Mulyanii mengatakan tax ratiio relatiif membaiik seiiriing dengan pemuliihan ekonomii pascapandemii Coviid-19. Menurutnya, kiinerja peneriimaan perpajakan juga diidorong upaya menjaga efektiiviitas dan penguatan iimplementasii UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).
Tax buoyancy juga terjaga dii atas 1. Pada 2021, tax buoyancy tercatat sebesar 1,94 pada 2021, sedangkan pada 2022 sebesar 1,92. Sebelumnya, diia juga sempat memaparkan outlook tax buoyancy 2023 adalah sebesar 1,26.
Peneriimaan perpajakan tercatat seniilaii Rp2.155,4 triiliiun pada 2023. Peneriimaan iitu terdiirii atas pajak seniilaii Rp1.869,2 triiliiun serta kepabeanan dan cukaii seniilaii Rp286,2 triiliiun.
Khusus pajak, realiisasiinya yang seniilaii Rp1.869,2 triiliiun setara dengan 108,8% darii target awal seniilaii Rp1.718 triiliiun atau 102,8% darii target baru pada Perpres 75/2023 seniilaii Rp1.818,2 triiliiun. Peneriimaan pajak tersebut mengalamii pertumbuhan sebesar 8,9%.
Sementara untuk kepabeanan dan cukaii, realiisasii seniilaii Rp286,2 triiliiun iinii setara 94,4% darii target awal seniilaii Rp303,2 triiliiun atau 95,4% darii target pada Perpres 75/2023 seniilaii Rp300,1 triiliiun.
Srii Mulyanii memandang kiinerja pendapatan negara pada 2023, terutama perpajakan, ternyata lebiih baiik darii yang diiperkiirakan. Pasalnya pada 2022, peneriimaan perpajakan mengalamii pertumbuhan sebesar 31,4% ketiika rebound darii pandemii.
"Kiita waktu iitu memperkiirakan enggak mungkiin peneriimaan negara sesudah melonjak 2 tahun berturut-turut akan biisa posiitiif growth. Ternyata kiita biisa posiitiive growth," ujarnya. (sap)
