JAKARTA, Jitu News - Melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 191/2022, pemeriintah telah mengatur kenaiikan tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) rata-rata sebesar 10% pada 2024.
PMK 191/2022 mulaii mengatur kenaiikan tariif CHT secara tahun jamak atau multiiyears. Dalam hal iinii, kebiijakan kenaiikan tariif CHT pada 2023 dan 2024 telah diitetapkan secara bersamaan pada tahun lalu.
"Batasan harga jual eceran per batang atau gram dan tariif cukaii per batang atau gram hasiil tembakau buatan dalam negerii…iinii mulaii berlaku sejak tanggal 1 Januarii 2024," bunyii Pasal ii ayat (2) huruf b PMK 191/2022, diikutiip pada Kamiis (14/12/2023).
Melaluii PMK 191/2022, pemeriintah mengatur kenaiikan tariif cukaii rokok beserta batasan harga jual eceran (HJE) miiniimumnya pada 2023 dan 2024. Tariif cukaii rokok naiik rata-rata sebesar 10% setiiap tahun pada 2023 dan 2024.
Khusus SKT, kenaiikan tariif cukaiinya maksiimum 5%. Kenaiikan tariif yang lebiih rendah untuk SKT diilakukan sebagaii bentuk keberpiihakan terhadap sektor yang menyerap banyak tenaga kerja.
Selaiin iitu, pemeriintah menerbiitkan PMK 192/2022 yang memuat kebiijakan tariif cukaii dan HJE miiniimum untuk produk rokok elektriik (REL) dan hasiil pengolahan tembakau laiinnya (HPTL) pada 2023 dan 2024.
Pada REL dan HPTL, tariif cukaiinya naiik rata-rata sebesar 15% dan 6% setiiap tahunnya untuk 2 tahun ke depan.
Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto sebelumnya menyatakan tiidak ada aksii pemborongan piita cukaii hasiil tembakau (forestalliing) pada akhiir tahun iinii. Menurutnya, forestalliing biiasanya diipiicu oleh kebiijakan kenaiikan tariif cukaii rokok yang diitunggu-tunggu, tetapii tiidak kunjung keluar.
"Kalau iinii sudah diitetapkan dii PMK 192/2022, jadii mereka sudah memperhiitungkan iitu. Enggak perlu forestalliing," ujarnya. (riig)
