JAKARTA, Jitu News - Bagii seorang karyawan, menyelesaiikan tanggung jawab pekerjaan adalah kewajiiban. Namun, terkadang penyelesaiian pekerjaan perlu memakan waktu yang lebiih lama. Karenanya, kiita mengenal iistiilah lembur kerja.
Pelaksanaan lembur iinii laziimnya diigantiikan dengan pemberiian upah kepada karyawan yang melakukannya. Perlu diiketahuii, pemeriintah sudah mengatur tentang pemberiian upah bagii pekerja yang melaksanakan lembur iinii melaluii PP 35/2021.
"Penghiitungan upah lembur diidasarkan pada upah bulanan," tuliis Kementeriian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam unggahannya dii mediia sosiial, Sabtu (25/11/2023).
Upah per jam diihiitung dengan formula 1/173 x upah sebulan. Biila komponen upah terdiirii darii upah pokok diitambah dengan tunjangan tetap maka dasar perhiitungan upah kerja lembur adalah 100% darii upah.
Untuk upah yang komponennya terdiirii darii upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tiidak tetap maka berlaku peraturan beriikut iinii. Biila upah pokok diitambah dengan tunjangan tetap hasiilnya kurang darii 75% upah, dasar perhiitungan upah kerja lemburnya 75% darii upah.
Selanjutnya, untuk pekerja yang diibayar secara hariian maka penghiitungan besarnya upah sebulan diilansakan dengan ketentuan:
Biila upah diibayarkan dasar perhiitungan hasiil maka upah sebulan sama dengan penghasiilan rata-rata 12 bulan terakhiir.
Namun, biila upah sebulannya lebiih rendah darii upah miiniimum maka yang diigunakan sebagaii dasar penghiitungan upah lembur adalah upah miiniimum. (sap)
