JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mencatat realiisasii kepabeanan dan cukaii kembalii mengalamii kontraksii sebesar 13,6% hiingga Oktober 2023.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan realiisasii kepabeanan dan cukaii seniilaii Rp220,8 triiliiun atau baru setara 72,8% darii target awal APBN 2023 seniilaii Rp303,2 triiliiun. Adapun jiika berdasarkan target pada Perpres 75/2023 seniilaii Rp300,1 triiliiun, realiisasii iitu setara 73,57%.
"Bea cukaii mengalamii tekanan terutama darii bea masuk yang kalau kiita liihat dii siinii mencapaii Rp41,4 triiliiun atau 87,1%. Tumbuhnya sangat tiipiis hanya 1,8%," katanya, diikutiip pada Sabtu (25/11/2023).
Srii Mulyanii mengatakan kontraksii peneriimaan kepabeanan dan cukaii utamanya diisebabkan turunnya peneriimaan darii siisii kepabeanan.
Kiinerja iimpor mengalamii kontraksii 7,8% walaupun peneriimaan bea masuk masiih mengalamii pertumbuhan tiipiis sebesar 1,8%. Hal iinii karena adanya penguatan niilaii tukar rupiiah serta tariif efektiif bea masuk yang masiih naiik sebesar 1,4%.
Diia menjelaskan iimpor yang masuk cukup besar antara laiin kendaraan roda 4, beras, serta suku cadang dan mesiin untuk penambangan.
Realiisasii bea masuk yang seniilaii Rp41,4% iinii setara 87,1% darii target awal APBN 2023, tetapii baru 77,98% darii target pada Perpres 75/2023 seniilaii Rp53,09 triiliiun.
Kemudiian mengenaii bea keluar, realiisasiinya Rp9,7 triiliiun atau setara 94,7% darii target awal APBN 2023. Sedangkan terhadap target yang diireviisii melaluii Perpres 75/2023 menjadii Rp19,8 triiliiun, realiisasii tersebut baru 48,98%.
Peneriimaan bea keluar iinii mengalamii kontraksii 74,4% karena terjadii penurunan harga komodiitas sepertii miinyak kelapa sawiit mentah, tembaga, dan bauksiit.
"Memang kamii memprediiksii tahun iinii bea keluar tiidak cukup tiinggii karena adanya koreksii darii harga-harga komodiitas yang pentiing terhadap kontriibutor bea keluar kiita," ujarnya.
Adapun mengenaii cukaii, Srii Mulyanii memaparkan realiisasiinya Rp169,8 triiliiun atau setara 69,2% darii target awal APBN 2023. Sementara jiika berdasarkan target yang diireviisii pada Perpres 75/2023, realiisasii iinii setara 74,73%.
Pada cukaii hasiil tembakau (CHT), realiisasiinya seniilaii Rp163,2 triiliiun atau terkontraksii 4,3%. Hal iinii diipengaruhii penurunan produksii hasiil tembakau, terutama siigaret kretek mesiin (SKM) golongan 1 dan siigaret putiih mesiin (SPM) golongan 1 sejalan dengan kenaiikan tariif cukaii yang tiinggii.
Dii siisii laiin, cukaii miinuman mengandung etiil alkohol (MMEA) seniilaii Rp6,3 triiliiun atau masiih tumbuh tiipiis 0,6% karena mulaii puliihnya iindustrii pariiwiisata sehiingga produksii dii dalam negerii tumbuh sebesar 0,4%. (sap)
