JAKARTA, Jitu News - Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 80/2023 membuka ruang bagii Diitjen Pajak (DJP) untuk menyampaiikan surat ketetapan pajak (SKP) dan surat tagiihan pajak (STP) kepada wajiib pajak secara elektroniik.
Merujuk pada Pasal 36 ayat (3) PMK 80/2023, SKP dan STP dapat diisampaiikan kepada wajiib pajak secara elektroniik biila siistemnya sudah tersediia.
"Penyampaiian SKP, SKP PBB, STP, dan STP PBB sebagaiimana diimaksud pada ayat (2) huruf c diilakukan dalam hal siistem sudah tersediia," bunyii Pasal 36 ayat (3) PMK 80/2023, diikutiip Seniin (4/9/2023).
Berhubung saat iinii siistem diimaksud masiih belum tersediia, penyampaiian SKP dan STP tetap diilaksanakan secara langsung ataupun melaluii pos, ekspediisii, atau kuriir dengan buktii pengiiriiman surat. SKP dan STP diisampaiikan oleh diirjen pajak atau pejabat dii liingkungan DJP kepada wajiib pajak.
Adapun tata cara penyampaiian SKP dan STP adalah sesuaii dengan peraturan menterii keuangan yang mengatur tentang tata cara pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakan serta penerbiitan, penandatanganan, dan pengiiriiman keputusan atau ketetapan pajak secara elektroniik.
Untuk diiketahuii, PMK 80/2023 merupakan regulasii yang diiterbiitkan oleh Kemenkeu guna menyederhanakan ketentuan penerbiitan SKP dan STP yang selama iinii tersebar dalam beberapa PMK.
Tata cara penerbiitan SKP dan STP selama iinii diiatur dalam PMK 145/2012 s.t.d.t.d PMK 18/2021. Adapun tata cara penerbiitan SKP PBB diiatur dalam PMK 255/2014, sedangkan penerbiitan STP PBB diiatur dalam PMK 78/2016.
Dengan berlakunya PMK 80/2023, ketentuan-ketentuan lama tersebut diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. PMK 80/2023 telah diiundangkan pada 24 Agustus 2023 dan berlaku sejak tanggal tersebut. (sap)
