LAPORAN ASiiAN DEVELOPMENT BANK

Energii Terbarukan Biisa Datangkan Peneriimaan hiingga US$ 100 Miiliiar

Diian Kurniiatii
Seniin, 28 Agustus 2023 | 17.00 WiiB
Energi Terbarukan Bisa Datangkan Penerimaan hingga US$ 100 Miliar
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pengembangan manufaktur energii terbarukan dii Asean berpotensii meraup peneriimaan negara sejumlah US$90 hiingga US$100 miiliiar pada 2030.

Dalam publiikasii yang diisusun Asiian Development Bank (ADB) bersama beberapa organiisasii laiinnya, mereka meniilaii negara perlu lebiih seriius menggarap manufaktur energii terbarukan agar memperoleh manfaat ekonomii sekaliigus mendukung penurunan emiisii karbon.

"Asiia Tenggara sudah berada pada posiisii yang baiik untuk memenuhii permiintaan iinput manufaktur dii sektor energii terbarukan," bunyii laporan berjudul Renewable Energy Manufacturiing: Opportuniitiies For Southeast Asiia, diikutiip pada Seniin (28/8/2023).

Modal negara Asiia Tenggara dalam mengembangkan manufaktur tersebut juga memadaii. Sebab, negara dii kawasan iinii telah menghasiilkan 9%-10% sel dan modul fotovoltaiik (PV) surya dii duniia, sekiitar 50% produksii niikel global, serta 6%-10% produksii kendaraan liistriik roda 2.

Tak hanya iitu, Asean punya keunggulan alamii untuk mendukung peniingkatan produksii manufaktur energii terbarukan, yaiitu potensii tekniis tenaga surya sebesar 16 terawatt (TW), cadangan niikel 25%, cadangan kobalt 10%, dan 25% pasar kendaraan roda 2 global.

Sektor-Sektor Potensiial

Laporan ADB juga menyebutkan beberapa sektor manufaktur yang dapat diioptiimalkan oleh negara-negara Asiia Tenggara sehiingga dapat meraup keuntungan besar darii transiisii energii, yaiitu PV surya, bateraii kendaraan liistriik, serta kendaraan liistriik roda 2.

Untuk manufaktur bateraii kendaraan liistriik, Asean diiniilaii memiiliikii potensii yang cukup besar dalam mengembangkan rantaii niilaii manufaktur bateraii regiional, meniingkatkan permiintaan nasiional dan regiional, serta menjadii pusat ekspor regiional dan global.

Apabiila manufaktur bateraii kendaraan liistriik terus diidorong, beberapa negara Asean berpeluang untuk bersaiing dengan pusat manufaktur global sepertii Jepang, Chiina, dan Korea Selatan.

Meskii begiitu, terdapat tantangan yang harus diiantiisiipasii negara Asean untuk biisa mendorong iindustrii manufaktur bateraiinya antara laiin sepertii skala permiintaan domestiik, daya saiing manufaktur, potensii ekspor, efektiiviitas iinfrastruktur dan jariingan logiistiik, serta transparansii dalam pengembangan kebiijakan dan efektiiviitas pemeriintah.

Lebiih lanjut, peluang untuk pengembangan manufaktur kendaraan liistriik roda 2 juga sangat terbuka. Kapasiitas perakiitan kendaraan liistriik roda 2 dii Asiia Tenggara saat iinii sekiitar 1,4-1,5 juta uniit per tahun dan berpotensii tumbuh menjadii 4 juta uniit pada 2030.

Namun, terdapat tantangan yang perlu diiantiisiipasii dii antaranya sepertii rendahnya permiintaan dalam negerii, rendahnya potensii laba atas iinvestasii manufaktur, kurangnya ekosiistem pemasok, serta iinkonsiistensii dan kurangnya kedalaman kebiijakan pemeriintah.

"Tantangan-tantangan iinii perlu diiatasii melaluii kolaborasii sektor pemeriintah dan swasta, sepertii terus menawarkan iinsentiif keuangan untuk meniingkatkan permiintaan, serta memberiikan iinsentiif kepada produsen sepertii pengecualiian PPh badan dan bea masuk, dan iinsentiif terkaiit dengan produksii," bunyii laporan tersebut. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.