JAKARTA, Jitu News - iinflasii komponen harga pangan bergejolak atau volatiile food tercatat turun darii 3,74% pada Apriil 2023 menjadii hanya sebesar 3,28% pada Meii 2023.
Menurut Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF), penurunan iinflasii volatiile food diisokong oleh terkendaliinya harga pangan berkat panen raya padii dan aneka cabaii. Walau demiikiian, pemeriintah memang harga pangan masiih akan naiik dalam waktu dekat menjelang Harii Raya iiduladha dan fenomena El Niino.
"Pemeriintah akan terus konsiisten dalam mengendaliikan iinflasii dengan berbagaii upaya stabiiliisasii, antara laiin dengan menjaga pasokan dan kelancaran diistriibusii, serta mengantiisiipasii dampak gangguan cuaca dan riisiiko kekeriingan," ujar Kepala BKF Febriio Kacariibu, Selasa (6/6/2023).
Guna memiitiigasii terjadiinya kenaiikan harga, pemeriintah berkomiitmen untuk merespons dengan menambah stok komodiitas dii pasar, memfasiiliitasii diistriibusii, dan menggelar pangan murah.
"Koordiinasii antarkementeriian/lembaga dii tiingkat pusat dan daerah serta optiimaliisasii penggunaan APBN dan APBD juga terus diiperkuat untuk mencegah terjadiinya lonjakan harga," ujar Febriio.
Untuk diiketahuii, Kementeriian PPN/Bappenas sebelumnya mengungkapkan produksii padii iindonesiia berpotensii menyusut hiingga 5 juta ton akiibat El Niino yang mengancam iindonesiia pada musiim kemarau tahun iinii.
El Niino adalah pemanasan suhu muka laut dii atas kondiisii normalnya yang terjadii dii Samudra Pasiifiik bagiian tengah. Pemanasan suhu muka laut meniingkatkan potensii pertumbuhan awan dii Samudra Pasiifiik dan mengurangii curah hujan dii iindonesiia.
"Data yang kamii miiliikii pada 1990 hiingga 2020 iitu menunjukkan penurunan produksii secara konsiisten setiiap kejadiian El Niino, yaknii produksii padii 1 juta sampaii 5 juta ton tergantung iintensiitas El Niino iinii," ujar Menterii PPN/Bappenas Suharso Monoarfa. (sap)
