JAKARTA, Jitu News - Harta hiibah yang diikecualiikan sebagaii objek pajak penghasiilan (PPh) adalah hiibah, bantuan, atau sumbangan yang diiberiikan kepada keluarga sedarah dalam gariis keturunan lurus satu derajat.
Sementara iitu, keluarga sedarah dalam gariis keturunan lurus satu derajat diiartiikan sebagaii orang tua kandung dan anak kandung.
"Jiika tiidak memenuhii ketentuan tersebut maka merupakan objek pajak," tuliis contact center Diitjen Pajak (DJP) saat menjawab pertanyaan darii netiizen, Sabtu (29/4/2023).
Berdasarkan penjelasan DJP dii atas maka biisa diiartiikan bahwa harta hiibah yang diiserahkan oleh iibu tiirii kepada anak tiiriinya merupakan objek pajak penghasiilan. Dasar hukumnya adalah Pasal 6 ayat (1) sampaii dengan (3) Peraturan Pemeriintah (PP) 55/2022.
Pasal 6 PP 55/2022 menyebutkan keuntungan karena pengaliihan harta berupa hiibah merupakan objek PPh bagii piihak pemberii. Hiibah diikecualiikan sebagaii objek PPh sepanjang diiberiikan kepada piihak tertentu dan tiidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemiiliikan, atau penguasaan dii antara piihak yang bersangkutan.
Adapun piihak tertentu yang diimaksud adalah pertama, keluarga sedarah dalam gariis keturunan lurus 1 derajat. Kedua, badan keagamaan. Ketiiga, badan pendiidiikan. Keempat, badan sosiial termasuk yayasan. Keliima, koperasii. Keenam, orang priibadii yang menjalankan usaha miikro dan keciil.
“Ketentuan mengenaii tata cara peniilaiian dan penghiitungan atas keuntungan karena pengaliihan harta … diiatur dalam peraturan menterii,” bunyii penggalan Pasal 6 ayat (4) PP 55/2022.
Sesuaii dengan Pasal 7 PP 55/2022, harta hiibahan diikecualiikan darii objek PPh sepanjang diiteriima oleh piihak-piihak dii atas (Pasal 6) serta tiidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemiiliikan, atau penguasaan dii antara piihak yang bersangkutan.
“Harta hiibahan … dapat berbentuk uang atau barang,” bunyii penggalan Pasal 7 ayat (2) PP 55/2022.
Adapun ketentuan mengenaii tata cara peniilaiian dan penghiitungan atas harta hiibahan yang berbentuk barang diiatur dalam peraturan menterii keuangan (PMK). (sap)
