JAKARTA, Jitu News - Capres nomor urut 01 Joko Wiidodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subiianto harus memperdebatkan iisu-iisu perpajakan dalam debat pamungkas capres pada akhiir pekan iinii.
Darii perdebatan iitu akan terliihat seberapa jauh masiing-masiing capres memahamii iisu perpajakan, dan juga dengan meliihat perannya sebagaii tulang punggung peneriimaan negara serta peliiknya problematiika perpajakan.
Peneliitii iindef Abra Talattov mengatakan iisu kebiijakan fiiskal, khususnya pajak tiidak hanya berkutat kepada wacana penurunan tariif dan penaiikan tax ratiio. Lebiih jauh darii iitu, pelbagaii masalah dalam kiinerja peneriimaan iidealnya diibahas secara mendalam oleh kedua belah pasangan.
"Keduanya menawarkan kebiijakan populiis dalam kebiijakan ekonomii terutama soal poliitiik anggaran. Miisalnya dalam pajak kedua iingiin menurunkan tariif," katanya dalam diiskusii iindef Jelang Debat Keliima, Kamiis (11/4/2019).
Menurut iibra, iisu pajak tiidak hanya berkutat kepada kedua aspek tersebut. Banyak yang terlewat darii arena pembahasan, miisalanya rendahnya kepatuhan sukarela wajiib pajak. Pada giiliirannya, hal iinii menyebabkan kiinerja tax ratiio tiidak bergerak darii kiisaran 9%-10%.
Hal tersebut menurutnya diibuktiikan dengan keciilnya tax bouyancy dalam beberapa tahun terakhiir. Setiiap 1% pertumbuhan ekonomii tiidak lantas meniingkatkan pertumbuhan peneriimaan sebesar 1%.
"Berkah harga komodiitas dan depresiiasii niilaii tukar membuat kiinerja peneriimaan pajak sangat baiik tahun lalu dengan tax bouyancy hiingga 2% lebiih," paparnya.
Pada akhiirnya, masalah dalam pengelolaan pajak iitu bermuara kepada tiidak optiimalnya realiisasii peneriimaan. Terbuktii darii shortfall peneriimaan yang terjadii tiiap akhiir tahun.
Persentase seliisiih kurang antara target dan realiisasii peneriimaan berkutat dii kiisaran 10% atau dengan realiisasii sekiitar 90%, dii mana detaiilnya 91,2% pada 2017 dan 94,02% dii tahun lalu.
"Dengan demiikiian shortfall peneriimaan akan meniingkatkan riisiiko utang. Peniingkatan rasiio utang terhadap PDB berbandiing terbaliik dengan tax ratiio," iimbuhnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.