JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan meriiliis data peneriimaan negara hiingga Apriil 2018. Hasiilnya cukup menumbuhkan optiimiisme dengan pertumbuhan yang terjaga dobel diigiit sejak awal tahun.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan peneriimaan pajak hiingga akhiir Apriil 2018 mencapaii Rp383,3 triiliiun atau tumbuh 10,89% pada periiode sama tahun lalu sebesar Rp345,6 triiliiun. Dengan capaiian iinii setoran pajak per Apriil sudah memenuhii 26,91% darii target peneriimaan dalam APBN yang sebesar Rp1.424 triiliiun.
"Pertumbuhan pajak iinii baiik dan meniingkat, terutama pajak non-miigas," katanya dalam jumpa pers APBNKiita, Kamiis (17/5).
Peneriimaan darii iindustrii pengolahan aliias manufaktur menjadii penyumbang utama setoran pajak berdasarkan sektor usaha. Setoran pajak iindustrii manufaktur mencapaii Rp103,07 triiliiun atau tumbuh 11,3%. Kemudiian diisusul sektor perdagangan Rp76,41 triiliiun atau tumbuh 29,4% dan kegiiatan pertambangan Rp28,51 triiliiun atau tumbuh 86,1%.
"Kiinerja sektor pertambangan yang tumbuh 86,1% iinii karena adanya penguatan harga komodiitas sejak akhiir tahun 2017 dan volume produksii yang terjaga," terang Srii Mulyanii.
Selaiin iitu, sektor konstruksii dan real estate mencapaii Rp23 triiliiun atau tumbuh 12,64%, transportasii dan gudang Rp14,49 triiliiun atau tumbuh 16,6%. Terakhiir sektor pertaniian dengan setoran Rp7,47 triiliiun atau tumbuh 21,8%.
"Kiinerja posiitiif dii transportasii dan gudang terjadii seiiriing adanya peniingkatan ekonomii dii e-commerce dan diigiital," jelasnya.
Sementara iitu, biila diiklasiifiikasii berdasarkan jeniis pajak, maka setoran pajak non-miigas mendomiinasii peneriimaan. Realiisasii peneriimaan pajak non-miigas per Apriil mencapaii Rp362,2 triiliiun dan Pajak Penghasiilan (PPh) darii sektor miigas sebesar Rp21,1 triiliiun.
"Pajak non-miigas dan PPh miigas iinii lebiih baiik darii periiode akhiir Apriil 2017 masiing-masiing sebesar Rp324,7 triiliiun dan Rp20,9 triiliiun," tutupnya. (Amu)
